
Emak-emak di Sragen Viral Setelah Menyiram BBM ke Polisi
Sebuah video yang menampilkan aksi emak-emak di Sragen mendatangi Polres Sragen dan menyiram bahan bakar minyak (BBM) ke anggota polisi viral di media sosial. Aksi ini menimbulkan banyak perhatian dari masyarakat, terutama karena tindakan yang dilakukan oleh wanita tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang ibu-ibu dengan pakaian gamis coklat datang ke Polres Sragen. Awalnya, ia mencari propam atau Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam). Ia mengatakan, "Propam e mana, tak obong cangkem e." Perkataan itu menunjukkan bahwa ia sangat marah dan tidak puas dengan penanganan kasus yang ia laporkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ibu itu langsung menghampiri Bripka Johan yang keluar dari ruangan. Ia menantang Bripka Johan dengan berkata, "Kowe ngarani aku ODGJ ya." Ini menunjukkan bahwa ia merasa dituduh sebagai ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), yang membuatnya emosi dan marah.
Ia kemudian menyiramkan bensin ke salah satu anggota Polres Sragen, Bripka Johan. "Ben kapok wi, ben kapok," teriak emak-emak itu. Bripka Johan juga memperhatikan bahaya dan berkata, "Bahaya, bensin, panggilke reskrim."
Emak-emak itu tampak sangat kesal karena dikatakan ODGJ. Ia bahkan menyatakan siap dipenjara jika harus menghadapi konsekuensi dari aksinya. Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti siapa yang menudingnya sebagai ODGJ. Saat ditanya oleh petugas, ia tidak bisa menjawab dan hanya marah-marah.
Aksi itu terjadi pada Selasa (30/9/2025) pagi. Wanita bernama Tri Wulandari juga melakukan siaran live di Facebook saat mendatangi Polres Sragen. Ia menulis bahwa laporannya bertahun-tahun tidak diproses. "Ketidak Adilan kezaliman polisi kan kayak gitu wes ngarani ODGJ disamperin lgsg gawe lapor lucu bukan saya punya kasus tahunan tidak diproses Polres Sragen."
Wulan lalu masuk ke dalam Provost Polres Sragen dan mencari keberadaan Kasi Propam. Petugas mengatakan jika Kasi Propam tak ada di lokasi karena sakit. Mendengar jawaban itu, Wulan langsung marah dan menyebut Kasi Propam hanya mencari alasan.
Lantas dia menyebut ingin menemui petugas yang menudingnya sebagai ODGJ. "Yang bilang saya ODGJ izin to? Bilang saya ODGJ, sama Mbak Provost mana, takut? Aku nyalakan mulutnya, mana, mbaknya mana bagian Provost, mbak-mbak yang bilang saya ODGJ mana," kata emak-emak itu.
Salah satu petugas bertanya siapa sosok yang menudingnya sebagai ODGJ. Namun Wulan tak menjawab dan malah marah-marah. Ia juga menyebut nama Andrian. "Andrian, di Polres Sragen, aku bakar mulutnya," ujar emak-emak itu lagi.
Kemudian Bripka Johan keluar dan langsung disiram BBM yang telah ia bawa di dalam botol. Akibat penyiraman itu, Bripka Johan harus dilarikan ke rumah sakit karena matanya terkena BBM.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Ardi Kurniawan enggan menemui awak media dengan langsung masuk ke mobil lalu meninggalkan Polres Sragen ketika dikonfirmasi terkait penyebab pasti emak-emak itu ngamuk.
Setelah videonya viral, Tri membuat video di akun Facebooknya Tri Wulandari. Ia mengatakan jika dirinya bisa menjaga adab jika polisi itu juga bisa menghargainya. "Mulo tho bu anak buahmua, nak ngomong, lisan dijogo, aku iso ngerhomati sampean, saya bisa jaga etika saya, ketika anak buah jenengan juga ngajeni (menghargai saya). Aku ki wong waras, aku golek keadilan," ucap wanita tersebut.
Wulan juga mengunggah video surat panggilan dari Polres Sragen. Namun ia enggan datang ke Polres.