Alasan Ibu Tiri Aniaya Bocah 6 Tahun Hingga Tewas, Dihajar 3 Hari Berturut-turut

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 12x dilihat
Alasan Ibu Tiri Aniaya Bocah 6 Tahun Hingga Tewas, Dihajar 3 Hari Berturut-turut

Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga yang Mengakibatkan Kematian Bocah 6 Tahun di Bogor

Seorang perempuan berinisial RN (30) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan berujung kematian terhadap anak tirinya, MAA (6). Bocah tersebut menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh ibu tirinya. Hingga akhirnya, MAA meninggal dunia pada Senin (20/10/2025).

Kasus ini terungkap setelah jenazah korban dimandikan oleh warga. Saat itu, warga melihat sejumlah luka di tubuh korban yang mengindikasikan adanya kekerasan. Laporan kemudian dibuat ke polisi. Pelaku RN langsung mengakui perbuatannya telah menganiaya MAA hingga tewas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

RN juga membeberkan alasan menganiaya korban selama tiga hari berturut-turut hingga tewas. Pemicu utamanya adalah korban tidak mau menuruti perintah pelaku. "Triger atau motif yang menjadi sebab pelaku melakukan penganiayaan tersebut adalah pelaku merasa kesal atau emosi ketika korban menolak diberikan makan atau disuapi makan, setiap harinya, tiap minggunya perlakuan terhadap pelaku kepada korban memang secara intensif dilakukan. Karena memang korban selalu menolak, tidak menuruti perintah pelaku," ujar Kompol Made Gede Oka Utama.

Selain itu, ada alasan kedua yang membuat RN melakukan KDRT terhadap korban, yaitu karena korban tak mau dimintai uang jajan. Setelah itu, pelaku tega menganiaya korban hingga tak sadarkan diri.

"Korban juga beberapa kali meminta uang jajan tidak diberi, akhirnya tersangka melakukan tindakan kekerasan kepada korban," ujar Kompol Made Gede Oka Utama.

Penganiayaan Berlangsung Selama Dua Minggu

Lebih lanjut, pelaku mengungkap fakta yang lebih mencengangkan. Rupanya RN sudah menganiaya korban sejak awal Oktober 2025. "Penganiayaan atau pemukulan yang dilakukan ibu korban itu secara berkala telah dilakukan sejak awal bulan Oktober 2025. Jadi secara berkesinambungan, penganiayaan tersebut sudah dilakukan," kata Kompol Made.

Selama berhari-hari, pelaku memukuli dan melukai tubuh korban hingga akhirnya bocah malang itu pingsan di hari keempat. Korban akhirnya meninggal pada Senin (20/10/2025). "Puncaknya tiga hari belakang ini, secara intensif penganiayaan tersebut secara masif dilakukan oleh pelaku terhadap korban sehingga mengakibatkan berapa luka di tubuh yang cukup banyak, mengakibatkan korban pada hari keempat mengalami pingsan dan meninggal dunia," sambungnya.

Gelagat Tak Wajar Ayah Korban

Sementara itu, terkait kasus penganiayaan tersebut, polisi turut memeriksa ayah kandung korban. Sebab diduga ayah kandung korban tahu jika anaknya dianiaya ibu tiri tapi tak memberikan atensi lebih. Belakangan sosok ayah kandung korban pun jadi sorotan.

Pemandi jenazah korban, Sugeng, mengurai gelagat tak wajar ayah kandung korban. Saat korban hendak dimakamkan, ayah kandung ogah menggunakan ambulans yayasan untuk mengangkut jenazah. "(kata ayah korban) 'lebih baik saya bawa saja pak Sugeng (jenazah), saya gendong saja pakai motor'," ujar Sugeng menirukan ayah korban.

Lebih lanjut diungkap Sugeng, pemakaman korban juga tidak dihadiri banyak orang. Hanya keluarga terdekat saja yang mendatangi kuburan korban. "Untuk mengantar jenazah itu 2 (motor) ya saya sama keluarga, ini saya sama pak Wahyu pengurus RT4," katanya.

Hasil Ekshumasi Menunjukkan Fakta Mengerikan

Kasus penganiayaan bocah yang dilakukan ibu tirinya itu masih diselidiki pihak kepolisian. Setelah melakukan olah TKP bersama pelaku di TKP pada Rabu (22/10/2025) kemarin, penyidik melakukan autopsi terhadap jasad korban.

Pada hari ini, Kamis (23/10/2025), polisi dan tim forensik membongkar makam sang bocah di TPU Kalang Anyar yang berada di wilayah Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Kompol Made Gede Oka Utama membongkar temuan mengejutkan usai ekshumasi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap jasad korban, ditemukan fakta sementara bahwa adanya pendarahan pada bagian kepala korban. "Jadi ada aliran darah yang tidak lancar dan bagian kepala ataupun bagian otak mengalami pembengkakan," ungkap Kompol Made Gede Oka Utama kepada wartawan, Kamis (23/10/2025).

Dari hasil ekshumasi tersebut terkuak fakta bahwa korban meninggal dunia karena luka di kepala. Tim forensik juga menemukan beberapa luka di sekujur badan korban terutama pada beberapa titik bagian punggung dan bibir. "Yang menyebabkan meninggalnya korban adalah luka di bagian kepala dan kami meyakini itu akibat kekerasan dengan benda tumpul," kata Kompol Made Gede Oka Utama.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan