
Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 18 Februari 2026. Pengumuman ini telah disampaikan melalui maklumat yang diterbitkan sejak 22 September lalu. Keputusan ini menjadi rujukan bagi umat Muslim dalam merencanakan berbagai kegiatan selama bulan suci tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menjelaskan bahwa tidak ada aturan baku yang mengatur kapan informasi penetapan awal Ramadan harus diumumkan. "Jadi, bukan karena misalnya 150 hari jelang awal ramadhan atau yang lain, tidak ada aturan yang mengikat soal pengumuman ini, bisa lebih cepat atau lambat," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah memiliki perhitungan untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, serta Dzulhijah hingga beberapa puluh tahun ke depan. Namun, pengumuman dilakukan berdasarkan permintaan umat. Misalnya, setelah Idulfitri 1446 Hijriah, banyak umat meminta agar PP Muhammadiyah segera mengumumkan kapan Ramadan berikutnya akan jatuh.
Pengumuman ini, kata Sayuti, digunakan sebagai rujukan untuk menentukan momen yang tepat, termasuk dalam mematangkan rencana kegiatan. "Misalnya, menetapkan jadwal pengajian atau kegiatan lain. Karena tidak bisa mendadak, maka itu kami diminta mengumumkan agar masyarakat bisa merancanakan waktu lebih matang," ujarnya.
Maklumat tentang Penetapan Hisab Ramadan
Keputusan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1447 Hijriah bertarikh 22 September 2025. Ketua bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid.
"Tentunya dengan mempedomani prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT," ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Perhitungan Astronomis untuk Menentukan Awal Ramadan
Dalam maklumat tersebut, penetapan awal Ramadan 18 Februari didasari perhitungan astronomis. Ijtimak jelang Ramadan 1447 hijriah akan terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC. Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak, sebelum pukul 24.00 UTC, tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yakni tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum masuk pukul 24.00 UTC.
Namun, penerapan KHGT dilanjutkan dengan memeriksa PKG 2. Pemeriksaan hisab membuktikan setelah pukul 24.00 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika, tepatnya di koordinat 56°48’49" Lintang Utara dan 158°51’44" Bujur Barat. Pada koordinat tersebut ditemukan wilayah yang telah memenuhi syarat dengan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat, sementara waktu ijtimak tercatat sebelum fajar di New Zealand.
Prinsip Kesatuan Matlak Global
Dengan demikian, berdasarkan prinsip kesatuan matlak global, 1 Ramadan 1447 Hijriah ditetapkan berlaku serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi umat Muslim dalam merayakan Ramadan dan menyusun rencana kegiatan yang lebih matang.