
Presiden Prabowo Subianto Arahkan Dana Korupsi CPO untuk Beasiswa LPDP
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus terkait penggunaan sebagian dana hasil pengembalian kerugian negara dari tindak pidana korupsi crude palm oil (CPO) senilai Rp13 triliun. Arahan ini ditujukan agar dana tersebut dialokasikan untuk program beasiswa yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal ini disampaikan saat Presiden memimpin pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, yang menandai satu tahun masa pemerintahannya, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Uang-uang dari sisa efisiensi penghematan, uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP," ujar Prabowo dalam pernyataannya.
Ia menjelaskan bahwa dana sebesar Rp13 triliun tersebut berasal dari penyerahan barang bukti sitaan dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya, yang diserahkan oleh Kejaksaan Agung pada hari yang sama.
Memperkuat LPDP dan Program Sekolah Garuda
Presiden menilai bahwa dana dari pengembalian kerugian negara tindak pidana korupsi CPO dapat diinvestasikan untuk memperkuat keuangan LPDP yang dikelola di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Langkah ini sejalan dengan fokus utama pemerintahannya pada program pendidikan nasional, termasuk pengembangan Sekolah Rakyat, Sekolah Unggulan SMA Garuda, perluasan beasiswa, serta penambahan fakultas kedokteran.
Program Sekolah Garuda dikenalkan dalam rangka mengejar ketertinggalan pendidikan dari negara lain. Menurut Presiden, dana beasiswa LPDP perlu diperkuat agar Indonesia mampu mencetak lebih banyak generasi unggul yang berdaya saing global.
Mencari Anak Berbakat dari Keluarga Sederhana
Kepala Negara menekankan pentingnya mencari anak-anak berbakat dari seluruh pelosok Indonesia, terutama dari keluarga sederhana. Ia menyatakan bahwa tidak semua anak berbakat berasal dari kalangan menengah ke atas.
"Kita harus mencari mereka ini dan jangan anggap bahwa mereka itu anak-anak orang menengah ke atas, banyak anak orang bawah, orang miskin ternyata punya kecerdasan yang tinggi. Kita harus cari mereka,” tambah Prabowo.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta pencarian siswa-siswa berbakat dilakukan secara kolaboratif antarkementerian, TNI, Polri, organisasi masyarakat, hingga yayasan pendidikan.
"Jadi saya minta Menteri Dikdasmen dibantu oleh Menteri Dikti, Sains dan Teknologi, dibantu oleh Menteri Sosial, dibantu oleh Panglima TNI, dibantu Kapolri yang punya jaringan ke desa-desa, mungkin dibantu ormas-ormas, dibantu yang punya yayasan, cari mereka ini," pungkasnya.