
Kementerian Keuangan Berhenti Gunakan SAL untuk Suntik Likuiditas ke Perbankan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan dana anggaran lebih (SAL) untuk menyuntik likuiditas ke sistem perbankan. Sebelumnya, pemerintah memanfaatkan SAL sebagai alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menempatkan sebagian dana negara di bank-bank besar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Desember 2025, yang berlangsung pada hari Kamis (18/12). Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena adanya proyeksi kenaikan likuiditas perbankan di akhir tahun ini. Dengan demikian, pemerintah memilih untuk tidak melanjutkan penempatan dana negara di sistem perbankan hingga akhir 2025.
Namun, Astera juga menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan program tersebut pada tahun 2026. “Jika dinamika ekonomi memungkinkan, kami akan bisa kembali menyalurkan dana tersebut ke perbankan,” ujarnya.
Pengaruh Penempatan Dana Pemerintah terhadap Suku Bunga
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa penempatan dana pemerintah di perbankan telah berdampak positif terhadap penurunan suku bunga. Menurutnya, efek dari kebijakan ini terus didorong dan optimisme tetap dipertahankan.
Purbaya menambahkan bahwa penempatan SAL di perbankan selama ini telah memperkuat likuiditas sistem keuangan. Hal ini terlihat dari penurunan suku bunga deposito dari 9,20% menjadi 8,96%. Ia yakin bahwa penurunan suku bunga kredit akan semakin signifikan.
Penyaluran Dana untuk Daerah Terdampak Bencana
Selain itu, Kemenkeu juga telah menyalurkan dana sebesar Rp 268 miliar kepada daerah-daerah yang terdampak bencana di Sumatra. Langkah ini bertujuan untuk membantu pemulihan ekonomi dan infrastruktur di wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana alam.
Tidak hanya itu, Purbaya juga memastikan bahwa bantuan dari diaspora untuk korban bencana tidak akan dikenai pajak. Proses pengajuan bantuan ini dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi yang berlaku.
Kebijakan Baru untuk Sektor Minerba
Di samping itu, ada dua kebijakan baru yang akan diberlakukan oleh Purbaya untuk sektor minerba mulai 1 Januari 2025. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor pertambangan nasional.
Transmisi Suku Bunga Kredit yang Masih Lambat
Meskipun ada penurunan BI-Rate sebesar 125 bps selama tahun 2025, Bank Indonesia (BI) masih melihat perlunya peningkatan kecepatan dalam transmisi suku bunga kredit. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa meski BI-Rate sudah turun signifikan, penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lambat.
BI mencatat bahwa penurunan suku bunga kredit hanya sebesar 25 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi 8,96% pada November 2025. Oleh karena itu, BI menekankan pentingnya terus mendorong penurunan suku bunga kredit agar lebih cepat dan efektif.
Penempatan Dana Pemerintah di Bank-Bank Besar
Sebelumnya, Kemenkeu telah menempatkan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di beberapa bank utama seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Selanjutnya, pemerintah menambah alokasi dana hingga Rp 76 triliun di Bank Mandiri, BRI, BNI, dan Bank Jakarta.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara lebih stabil. Namun, Kemenkeu dan BI sepakat bahwa penurunan suku bunga kredit perlu terus didorong agar lebih responsif terhadap kebijakan moneter yang sedang berlangsung.