Alasan Supardi Berhenti Jadi Sopir, Pilih Jadi Tukang Cukur Keliling, Kenal Waktu Pelanggan

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Alasan Supardi Berhenti Jadi Sopir, Pilih Jadi Tukang Cukur Keliling, Kenal Waktu Pelanggan
Alasan Supardi Berhenti Jadi Sopir, Pilih Jadi Tukang Cukur Keliling, Kenal Waktu Pelanggan

Perjalanan Supardi: Dari Sopir ke Tukang Cukur Keliling

Supardi, seorang pria berusia 53 tahun, kini memiliki cerita hidup yang sangat berbeda dari sebelumnya. Ia dulu bekerja sebagai sopir, namun kini banting setir menjadi tukang cukur keliling. Supardi adalah warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kecamatan Dukuhseti terletak di wilayah paling utara Kabupaten Pati dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Jepara serta Laut Jawa. Di daerah ini, semakin banyaknya gerai pangkas rambut modern atau barbershop membuat Supardi harus mencari cara agar tetap bisa mendapatkan pelanggan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Akhirnya, ia memilih untuk menjadi tukang cukur tradisional yang berkeliling. Mengendarai sepeda motor bebek Supra X, Supardi berkeliling dari kampung ke kampung menawarkan jasanya. Jika ada yang ingin menggunakan jasanya, dia langsung turun dari sepeda motor dan membuka tas ransel hitam-pudar yang berisi aneka peralatan cukur rambut.

Di dalam tas tersebut, terdapat clipper atau pisau cukur elektronik, gunting, sisir, dan sikat. Selain itu, ia juga selalu membawa kain kip/jubah/celemek dan kursi plastik untuk "mengeksekusi" kepala pelanggannya. Proses pemangkasan rambut hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit per pelanggan.

Meskipun baru terjun ke dunia pangkas rambut sejak Agustus lalu, Supardi sudah mengambil langkah yang tepat. Ia dulunya bekerja sebagai sopir, namun sempat sakit beberapa tahun dan tidak bisa bekerja berat lagi. Setelah sembuh, ia ikut kursus potong rambut dan akhirnya membuka jasa pangkas keliling agar tetap bisa bekerja.

Alasan lain yang membuat Supardi memilih membuka jasa pangkas keliling adalah karena modalnya tidak cukup untuk mendirikan kios cukur rambut permanen. Dengan begitu, ia bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

Rute harian Supardi terutama meliputi desa-desa di wilayah Kecamatan Dukuhseti. Kadang, ia juga sampai ke luar daerah, yaitu di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, yang wilayahnya berbatasan dengan wilayah Kecamatan Dukuhseti.

"Saya juga sering ke Desa Wedusan (Kecamatan Dukuhseti), karena ada langganan. Setidaknya sebulan sekali ke sini," kata Supardi.

Secara rata-rata, dalam satu hari ia bisa mendapatkan 10 hingga 12 orang pelanggan. Tarif yang dipatok oleh Supardi tergolong terjangkau, hanya Rp 10 ribu per orang. Tidak ada perbedaan tarif antara orang dewasa dan anak-anak.

Supardi kerap beraksi di teras halaman warga. Salah satu langganan setianya adalah Kholis, warga Desa Wedusan. Ia menggunakan jasa cukur rambut Supardi pada beberapa bulan terakhir.

"Sebulan sekali bisanya saya potong rambut. Pak Supardi sudah tahu sendiri kalau waktunya saya potong rambut," kata warga Desa Wedusan ini.

Kholis memilih menggunakan jasa cukur keliling karena tidak perlu repot-repot pergi ke kios pangkas rambut. Dengan demikian, selain hemat uang karena tarifnya lebih murah, juga hemat waktu.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan