Alasan Tol Getaci Darurat: Mengurangi Ketimpangan Ekonomi Jawa Barat

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Alasan Tol Getaci Darurat: Mengurangi Ketimpangan Ekonomi Jawa Barat
Alasan Tol Getaci Darurat: Mengurangi Ketimpangan Ekonomi Jawa Barat

Perkembangan Proyek Jalan Tol Getaci

Proyek jalan tol Getaci, yang akan menghubungkan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, telah menjadi prioritas utama bagi wilayah Jabar selatan sejak sekitar tahun 2016. Awalnya, rencana ini muncul dalam bentuk Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya (Citas), lalu berganti nama menjadi Jalan Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya), dan kini berubah menjadi Jalan Tol Getaci. Namun, meski rencana tersebut sudah ada sejak lama, proyek ini baru akan dilelang pada tahun 2026.

Keinginan untuk mewujudkan jalan tol ini berasal dari kebutuhan mendesak untuk meningkatkan infrastruktur di wilayah Priangan Timur. Sebagai jalan tol pertama yang menyasar Jabar selatan melalui wilayah tersebut, jalan tol ini diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan antara Jabar utara dan Jabar selatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketimpangan Ekonomi di Wilayah Priangan Timur

Wilayah Priangan Timur dikenal sebagai daerah dengan infrastruktur konektivitas yang minim, sehingga membuatnya tertinggal dibanding daerah lain di Jawa Barat. Kondisi ini mencerminkan adanya gap atau disparitas antara wilayah utara dan selatan Jabar.

Keterbelakangan wilayah ini juga terlihat dari realisasi investasi yang jauh lebih rendah dibandingkan daerah seperti Bekasi dan Karawang. Investasi diharapkan bisa membantu meningkatkan perekonomian wilayah, termasuk dalam penyediaan lapangan kerja. Sayangnya, investasi di wilayah Priangan Timur masih jauh tertinggal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar per September 2025, tiga dari sepuluh kota/kabupaten yang menjadi penyumbang kemiskinan terbesar di Jabar berada di wilayah Priangan Timur. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kemiskinan di wilayah tersebut sangat serius.

Ketimpangan Investasi yang Mencolok

Menurut Laporan Perekonomian Jawa Barat Triwulan I 2025 oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat Muhammad Nur, beberapa kabupaten di wilayah Priangan Timur dinilai perlu meningkatkan realisasi investasi. Daerah seperti Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Ciamis tercatat memiliki capaian investasi terendah.

Realisasi investasi di Kota Banjar hanya mencapai Rp29 miliar, Kabupaten Pangandaran Rp31 miliar, dan Kabupaten Ciamis Rp44 miliar. Sementara itu, Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi mencapai Rp21,39 triliun, disusul Kabupaten Karawang dengan nilai Rp15,34 triliun.

Muhammad Nur menyoroti adanya ketimpangan investasi yang cukup besar antar kabupaten/kota di Jawa Barat. Daerah seperti Bekasi dan Karawang menjadi magnet investasi, sementara beberapa daerah lainnya seperti Banjar, Pangandaran, dan Ciamis tertinggal jauh.

Konektivitas Rendah dan Dampaknya

Lampiran Peraturan Presiden No 87/2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jabar Selatan menyebutkan bahwa tingkat konektivitas di kawasan Jabar bagian selatan masih rendah. Hal ini menyebabkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut tidak optimal.

Investasi di berbagai sektor terhambat karena keterbatasan infrastruktur dasar, terutama dalam hal aksesibilitas antarwilayah. Akibatnya, banyak kawasan di Jabar selatan masih termasuk dalam kategori wilayah tertinggal.

Pertumbuhan ekonomi dapat dipacu dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, yang akan menciptakan konektivitas antarwilayah. Wilayah Jabar selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata, yang harus dioptimalkan.

Masalah Kemacetan dan Kebutuhan Jalan Tol

Kehadiran jalan tol Getaci sangat mendesak karena kondisi kemacetan di beberapa titik, terutama dari kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Contohnya, wisatawan asal Bandung yang ingin berwisata ke Pangandaran harus menempuh perjalanan sekitar 7 hingga 9 jam. Dengan kehadiran jalan tol Getaci, waktu tempuh akan dipersingkat menjadi 3 hingga 4 jam.

Warga Jabar, khususnya dari Priangan Timur, harus menunggu impian tersebut hampir 9 tahun, sebuah penantian yang sangat panjang. Namun, dengan proyek ini, harapan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan di wilayah tersebut bisa segera terwujud.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan