Alex Ofong Minta Pemerintah Bangun Jalan ke Ile Ape Timur, Bukan Takut Bencana

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Alex Ofong Minta Pemerintah Bangun Jalan ke Ile Ape Timur, Bukan Takut Bencana
Alex Ofong Minta Pemerintah Bangun Jalan ke Ile Ape Timur, Bukan Takut Bencana

Masyarakat Ile Ape Timur Kecamatan Mengeluhkan Zona Merah Bencana

Masyarakat di wilayah Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, mulai mempertanyakan dasar penetapan zona merah bencana yang diberlakukan di beberapa desa. Hal ini dilakukan karena lokasi desa-desa tersebut berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok yang aktif dan memiliki risiko tinggi terhadap ancaman erupsi, seperti guguran material vulkanik, hujan abu, serta potensi banjir lahar dingin. Fenomena serupa pernah terjadi pada tahun 2020 dan 2025.

Pernyataan ini disampaikan oleh para kepala desa se-Kecamatan Ile Ape Timur dalam reses Anggota DPRD NTT Komisi III, Alexander Take Ofong, di Desa Lamatokan, Kamis 23 Oktober 2025. Mereka menyampaikan bahwa wilayah Ile Ape Timur memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman bencana alam. Potensi ini semakin diperparah oleh dampak perubahan iklim global yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor, yang kian sering melanda daerah tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Masalah Infrastruktur yang Tidak Terpenuhi

Kepala Desa Niko Watun mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, jalan-jalan utama yang menghubungkan desa dengan pusat pemerintahan sangat rusak parah. Ia berharap agar pembangunan infrastruktur terus berjalan seperti biasanya, termasuk dana DAU, APBD 1 dan II, serta dana PEN dapat digunakan untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak.

"Di Musrenbang selalu kami di Ile Ape Timur tidak pernah sentuh dengan jalan hotmix," ujar Niko Watun. Ia juga berharap pemerintah membangun jalur evakuasi di wilayah bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah rentan.

Kejelasan Penetapan Zona Merah

Ketua BPD Lamagute, Sira Manuk, meminta kepastian tentang penetapan zona merah di beberapa desa yang berada di Kecamatan Ile Ape. "Kami butuh kejelasan. Penetapan zona merah ini oleh siapa, Pemerintah pusat atau pemerintah daerah? Dengan status masuk zona merah pembangunan tidak berjalan normal. Kami tidak bisa membangun," ujarnya.

Alexander Take Ofong dalam reses menyampaikan bahwa penetapan zona merah di wilayah Ile Ape harus segera diselesaikan melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia menilai bahwa konteks kewilayahan Ile Ape Timur pasca erupsi Gunung Lewotolok dan badai Seroja, kecamatan ini antara maju atau mundur tidak pasti.

Solusi untuk Masa Depan Wilayah Zona Merah

Menurut Alex Ofong, solusi bisa ditemukan dengan tetap tinggal di wilayah zona merah sambil membangun rambu-rambu peringatan dini, jalur evakuasi, dan sistem informasi tanpa harus melakukan relokasi seperti dua desa yang dipindahkan. Ia mencontohkan Jepang, yang setiap hari terkena gempa namun memiliki kesiapsiagaan 100 persen. Setiap rumah di Jepang sudah memiliki persiapan ketika terjadi gempa, termasuk stok pangan dan peralatan selama seminggu.

"Prinsip bencana adalah ada kerentanan dan ancaman maka penting untuk meningkatkan kapasitas. Rumus bencana itu resiko sama dengan ancaman kali kerentanan bagi resiko," ujarnya. Ia menekankan bahwa kapasitas termasuk kesadaran masyarakat terhadap bencana, kemampuan membaca tanda-tanda, dan sistem informasi yang baik.

Perlu Pembangunan Infrastruktur yang Baik

Alex Ofong menegaskan bahwa di daerah bencana, infrastruktur dasar seperti jalan harus bagus. "Jalan jangan dibiarkan seperti ini. Tetapi kepastian harus ada. Dan semua itu ada ilmunya dan ini soal bagaimana menangani resiko bencana," katanya.

Ia menekankan bahwa prespektifnya adalah perlindungan dan penyelamatan manusia, bukan takut akan bencana lalu jalan jadi rusak. "Ini pemikiran yang keliru," tambahnya. Pembangunan, menurutnya, diselenggarakan untuk manusia, bukan untuk batu dan kayu.

Prioritas Pembangunan dan Administrasi

Alex Ofong juga menyampaikan bahwa persoalan administratif untuk desa Lamawolo dan Waiwatan harus menjadi prioritas penyelesaian. "Kasihan nanti pembangunan tidak bisa berjalan. Termasuk kejelasan tentang penetapan zona merah di wilayah ini," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kejelasan administratif agar pembangunan di dalam zona merah dapat dilakukan. "Jadi pembangunan kita arahkan apalagi terjadi bencana kita cepat untuk tanggap. Baik masyarakat cepat di evakuasi maupun pelayanan yang cepat ke wilayah bencana," katanya.

Fasilitas penunjang seperti jalur evakuasi di darat dan laut juga menjadi penting untuk dibangun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan