Alexius Andiwatir: Dari Kampung Hebing ke Negeri Kiwi, Menyalakan Harapan dengan Pendidikan

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Alexius Andiwatir: Dari Kampung Hebing ke Negeri Kiwi, Menyalakan Harapan dengan Pendidikan

Perjalanan Seorang Pendidik yang Menyalakan Harapan

Alexius Andiwatir lahir dan besar di Kampung Hebing, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah kehidupan sederhana desa, ia tumbuh dengan nilai-nilai keteguhan, kejujuran, dan arti pelayanan. Dari kampung kecil di lereng Flores itulah ia memperoleh dasar-dasar penting dalam hidupnya.

Sejak muda, Alexius menyadari bahwa pendidikan adalah jalan perubahan. Ia percaya bahwa pendidikan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang. Semangat ini membawanya menempuh pendidikan Sarjana Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere. Di kampus tersebut, ia dibentuk menjadi pribadi yang reflektif dan berpikir kritis, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setelah menyelesaikan studi S1, Alexius memutuskan merantau ke Manado, mengambil langkah baru dalam perjalanan hidupnya. Dari sana, ia kemudian berpindah ke Surabaya dan Sidoarjo, menjalani panggilan sebagai seorang pendidik di Sekolah Ursulin. Di tengah kesibukan mengajar, ia tidak berhenti menuntut ilmu. Ia melanjutkan studi Magister Sains Psikologi di Universitas Airlangga Surabaya, dengan biaya sendiri, sambil tetap menjalankan tugas mengajar setiap hari.

Saya belajar bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan cinta dan tanggung jawab, akan membawa kita pada makna hidup yang besar, ujar Alexius mengenang masa perjuangan itu.

Takdir pendidikan kembali menuntun langkahnya melintasi samudra. Berkat beasiswa LPDP dari Pemerintah Indonesia yang diterima oleh sang istri tercinta, Alexius kini tinggal dan bekerja di Christchurch, New Zealand. Ia setia menemani sang kekasih hati yang sedang menempuh studi PhD di bidang Keperawatan di University of Otago. Meski jauh dari tanah kelahiran, api pengabdian di hatinya tak pernah padam.

Dari jarak ribuan kilometer, Alexius terus menyalakan semangat pelayanan melalui dua karya utamanya, yakni Yayasan Peduli Keluarga Harapan, wadah kegiatan sosial yang membantu keluarga dan anak-anak muda di Nusa Tenggara Timur; dan Taruna Akademia Kupang, lembaga pelatihan dan bimbingan bagi calon Abdi Negara TNI, Polri, dan sekolah kedinasan yang ia dirikan dan pimpin sebagai CEO.

Bagi Alexius, Taruna Akademia bukan sekadar lembaga bimbel, tetapi tempat pembentukan karakter. Di sana, para pemuda belajar disiplin, nasionalisme, dan integritas. Sementara melalui Yayasan Peduli Keluarga Harapan, ia menanamkan nilai solidaritas sosial dan empati lintas generasi.

Perjalanan hidup Alexius adalah kisah tentang iman yang bertumbuh di tengah keterbatasan, pendidikan yang dijalani dengan pengorbanan, dan pelayanan yang dilakukan dengan cinta. Dari Hebing-Mapitara hingga Christchurch, dari tanah Flores hingga tanah Kiwi, ia terus menulis cerita tentang harapan bahwa asal-usul yang sederhana tidak pernah membatasi langkah seseorang untuk melayani dunia.

Saya percaya, sekecil apa pun langkah kita, jika dilakukan dengan hati yang tulus, akan menjadi cahaya bagi sesama, pungkas Alexius.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan