
Pendanaan Baru untuk Proyek Tambang Emas Pani
Perusahaan tambang PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), yang merupakan bagian dari Grup Saratoga dan Garibaldi Thohir, mendapatkan pendanaan segar berupa fasilitas pinjaman sebesar US$ 350 juta atau setara dengan Rp 5,84 triliun. Pinjaman ini akan digunakan untuk mendukung tahap akhir konstruksi tambang dan persiapan produksi pada awal 2026 melalui beberapa anak perusahaan EMAS, yaitu PT Pani Bersama Tambang (PBT), PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), dan PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Fasilitas pinjaman tersebut ditandatangani pada 4 Desember 2025 oleh konsorsium pemberi pinjaman domestik dan internasional. Selain itu, dana RCF juga akan memperkuat pendanaan sebesar Rp 4,9 triliun atau hingga US$ 280 juta dari IPO EMAS pada September 2025. Hal ini menambah ruang likuiditas perusahaan di tengah meningkatnya belanja modal yang telah mencapai US$ 208,7 juta per 30 September 2025.
Penggunaan Dana RCF
Dana dari RCF akan digunakan untuk beberapa kebutuhan utama, antara lain:
- Refinancing pinjaman anak usaha
- Kebutuhan modal kerja selama commissioning dan awal operasi
- Pembiayaan tahap lanjutan pengembangan Tambang Emas Pani
Tambang Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo, yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), terus menunjukkan progres signifikan. Proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption & Recovery (ADR) berjalan sesuai jadwal dan menjadi langkah penting menuju penuangan emas perdana pada kuartal pertama 2026.
Secara operasional, setelah proses crushing bijih dimulai pada 12 November 2025, fasilitas ADR sudah memasuki tahap energization sejak 1 Desember 2025. Commissioning mekanik, elektrikal, dan sistem air ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2025.
Tanggapan dari Presiden Direktur
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan bahwa kemajuan fasilitas ADR merupakan tonggak penting dalam transisi proyek Pani menuju fase produksi. Ia optimistis perusahaan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai gold pour pertama pada awal 2026.
“Kami yakin Pani akan menjadi kontributor utama bagi Merdeka Group dan produksi emas nasional, sekaligus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” ujar Boyke dalam keterangan resminya, Senin (8/12).
Progres Konstruksi Tambang Emas Pani
Hingga akhir September 2025, pembangunan Tambang Emas Pani telah mencapai 83% untuk infrastruktur utama seperti heap leach pad, fasilitas pengolahan bijih, dan pabrik ADR yang hampir seluruhnya rampung. Penambangan mulai berjalan pada 1 Oktober 2025, diikuti beroperasinya penuh Ore Preparation Plant (OPP), serta penyaluran listrik 150 kV dari Energi Terbarukan PLN pada hari yang sama.
Operasi tambang ini dilakukan secara bertahap. Fase awal menggunakan metode heap leach dengan kapasitas pengolahan 7 juta ton bijih per tahun, sebelum masuk ke fase Carbon-in-Leach (CIL) yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Pada kapasitas puncak, Tambang Emas Pani diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 500.000 ounce emas per tahun.
Sumber Daya Emas yang Signifikan
Tambang Emas Pani juga menjadi salah satu sumber daya emas primer terbesar di Indonesia, dengan cadangan bijih mencapai 190 juta ton yang mengandung 4,8 juta ounce emas. Dengan progres yang terus berjalan, proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi industri pertambangan di Indonesia dan menjadikan EMAS sebagai salah satu perusahaan unggulan dalam sektor emas.