
Aprilia Racing Menatap Musim 2026 dengan Ambisi Tinggi
Aprilia Racing, tim balap ternama di ajang MotoGP, telah menetapkan target yang sangat tinggi untuk musim 2026. Mereka berencana untuk bersaing secara langsung dalam perebutan gelar juara dunia. Hal ini disampaikan oleh Massimo Rivola, direktur Aprilia Racing, setelah menghadapi akhir pekan yang luar biasa di Phillip Island, Australia.
Pada ajang MotoGP Australia, Raul Fernandez berhasil meraih kemenangan ke-300 bagi Aprilia, sementara Marco Bezzecchi mampu menduduki posisi ketiga di klasemen kejuaraan dunia. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi tim asal Noale tersebut, yang terbukti mampu tampil gemilang dalam beberapa kesempatan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Rivola menyatakan bahwa duo pembalapnya, yaitu Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi, akan menjadi penantang utama gelar juara MotoGP 2026. Ia juga memperlihatkan rasa percaya diri yang tinggi terhadap kemampuan kedua pembalap tersebut.
“Ketika kami memulai proyek ini beberapa tahun lalu bersama Razali, saya berkata bahwa saya menantikan hari ketika tim satelit kami akan menang, dan kini hari itu telah tiba,” ujarnya dengan penuh emosi.
Kemenangan Raul Fernandez tidak hanya menjadi kepuasan bagi Rivola, tetapi juga menjadi bukti bahwa Aprilia mampu bersaing di level tertinggi. Sementara itu, performa Marco Bezzecchi yang luar biasa, termasuk kemenangan di sprint race dan podium di balapan utama, dianggap Rivola sebagai sejarah baru bagi Aprilia.
Ambisi Besar untuk Musim Depan
Rivola juga menyampaikan keyakinannya bahwa Jorge Martín akan menjadi pesaing serius untuk gelar juara MotoGP 2026 bersama Marco Bezzecchi. Meskipun ia mengakui bahwa sang juara bertahan masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan motor baru, Rivola menilai proses adaptasi tersebut berjalan positif.
“Hanya karena seseorang juara dan memiliki bakat besar, bukan berarti ia tak perlu melewati tahapan belajar. Saya pikir Jorge memahami hal itu dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Rivola memberikan pujian yang lebih tinggi lagi kepada Marco Bezzecchi. Ia menyebutnya sebagai pembalap tercepat saat ini bersama motor Aprilia. Rivola juga memuji ketenangan dan ketangguhan Bezzecchi setelah menghadapi masa adaptasi yang sulit.
“Ketika berganti motor dan tim, wajar membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan diri. Setelah beberapa kesalahan di awal musim, kini Marco telah menemukan kembali kecepatannya, yang sebenarnya tak pernah hilang,” tambahnya.
Perkembangan Pesat Aprilia
Perkembangan pesat Aprilia selama musim ini tidak lepas dari kontribusi besar Fabiano Sterlacchini, kepala teknis baru tim. Rivola menyatakan bahwa motor Aprilia kini jauh lebih baik, dan semua itu berkat kerja keras Sterlacchini serta tim di Noale.
Meski mengakui bahwa Aprilia masih belum menjadi referensi utama di sirkuit bertipe stop and go, Rivola menegaskan bahwa motor mereka kini unggul di lintasan cepat seperti Phillip Island.
Ia menantikan tantangan berikutnya di Sepang, Malaysia. “Saya sangat penasaran melihat bagaimana motor kami tampil di Sepang. Jika kami kompetitif juga di sana, itu berarti pertumbuhan kami benar-benar nyata,” tutup Rivola dengan optimisme tinggi.