Amran: Operasi Pasar Intervensi Harga Beras Berlanjut hingga Februari 2026

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 29x dilihat
Amran: Operasi Pasar Intervensi Harga Beras Berlanjut hingga Februari 2026

Operasi Pasar Diperpanjang Hingga Februari 2026

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa operasi pasar akan terus dilakukan hingga Februari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Amran mengatakan bahwa program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) yang dijalankan melalui Perum Bulog masih memiliki alokasi lebih dari satu juta ton hingga akhir tahun. Dengan demikian, kegiatan operasi pasar dapat berjalan tanpa gangguan pasokan sampai awal tahun depan.

“Presiden memerintahkan operasi pasar terus-menerus. Alokasi stok kita masih ada satu juta lebih untuk SPHP beras. Ini operasi pasar sampai Januari, Februari 2026. Yang penting, sekarang kita operasi pasar terus,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Berdasarkan laporan realisasi penjualan SPHP per 19 Oktober 2025, dari total target 1,5 juta ton sepanjang tahun, sekitar 492,9 ribu ton telah tersalurkan ke masyarakat. Beras SPHP dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium untuk menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen.

Distribusi beras SPHP dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk pasar tradisional dan ritel modern. Penyaluran melalui pasar tradisional tercatat sebanyak 51,8 ribu ton, sedangkan melalui ritel modern mencapai 17,3 ribu ton.

Kebijakan Harga Eceran Tertinggi

Amran menegaskan bahwa kebijakan HET dirancang agar keseimbangan harga antara petani dan konsumen tetap terjaga. Pemerintah juga menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen sebagai panduan perdagangan pangan.

“Harga eceran tertinggi itu tujuannya menjaga petani untung, konsumen juga tersenyum. Dua-duanya harus seimbang,” kata tokoh yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian tersebut.

Selain melalui SPHP beras, pemerintah juga memperluas intervensi harga pangan lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM). Sepanjang Januari hingga 17 Oktober 2025, pelaksanaan GPM tercatat mencapai 10.212 kali di 37 provinsi dan 375 kabupaten/kota.

Program ini menjadi instrumen utama stabilisasi harga pangan yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, serta asosiasi petani dan pelaku usaha pangan. GPM juga dirancang untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau.

Peningkatan Pelaksanaan GPM

Pada 2024, pelaksanaan GPM mencapai 9.547 kali. Angka itu meningkat signifikan pada 2025 dengan tambahan 665 kegiatan hingga pertengahan Oktober. Jika dibandingkan dengan 2022 yang hanya terlaksana 442 kali dan 2023 sebanyak 1.626 kali, maka lonjakan pelaksanaan GPM menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga inflasi pangan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan sepanjang tahun berjalan 2025 berada di 3,32 persen. Angka ini masih dalam kisaran target inflasi volatile food antara 3–5 persen sebagaimana ditetapkan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di Kantor Kemenko Perekonomian pada 31 Januari 2025.

Capaian tersebut juga lebih rendah dibandingkan inflasi tahun berjalan pada 2022 dan 2023 yang masing-masing mencapai 5,61 persen dan 6,73 persen. Sedangkan pada 2024, inflasi pangan tercatat hanya 0,12 persen.

Strategi Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah terus memperkuat strategi dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui berbagai program seperti SPHP dan GPM. Kedua program ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga ketersediaan beras, tetapi juga untuk memberikan perlindungan kepada petani dan konsumen.

Dengan adanya kebijakan HET dan HAP, pemerintah berupaya menciptakan keseimbangan antara harga yang menguntungkan petani dan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Hal ini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah serta pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program-program tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan bisa tercapai tujuan utama yaitu menjaga ketersediaan dan harga bahan pokok yang stabil.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan inflasi pangan secara berkala untuk menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kondisi yang ada. Dengan data inflasi yang terus dipantau, pemerintah dapat melakukan intervensi yang tepat waktu jika diperlukan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan