
Anak Perempuan Berusia Empat Tahun di China Jadi Korban Hinaan dan Ancaman
Seorang anak perempuan berusia empat tahun yang menjadi selebriti internet di Tiongkok dengan lebih dari 20 juta pengikut menghadapi serangan berupa hinaan keji dan ancaman pembunuhan di dunia maya. Dalam situasi ini, ibu bocah tersebut sedang mempertimbangkan langkah hukum untuk melindungi anaknya dari serangan daring yang semakin brutal.
Anak perempuan tersebut bernama Yang Yiyao, lahir pada 30 Oktober 2020 di Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok bagian selatan. Ia lebih dikenal dengan nama panggungnya, Yao Yi Yao Little Meat Bun di platform media sosial Douyin (TikTok versi Tiongkok). Popularitasnya meningkat pesat sejak meluncurkan kanal pada Maret 2021, sehingga ia dijuluki “putri elektronik” oleh para penggemarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepribadian yang Menarik dan Video Viral
Yang Yiyao digemari karena kepribadiannya yang ceria dan selera humornya yang khas. Dalam salah satu video yang viral pada Agustus 2022, ketika Yiyao baru berusia dua tahun, ia tampak lucu saat mencoba meminum dari botol yang hampir seukuran tubuhnya sambil memakai masker wajah. Video itu disukai lebih dari 3,5 juta kali.
Video lainnya yang berjudul “Putriku Sudah Besar, Kini Bisa Mandi Sendiri” yang diunggah pada April 2022 juga viral, memperlihatkan Yiyao mencoba mandi sendiri tanpa sepengetahuan orang tuanya. Video itu meraih lebih dari 3,2 juta tanda suka.
Kesuksesan Finansial dan Kritik Tajam
Ketenaran Yiyao juga membawa kesuksesan finansial besar. Pada Januari lalu saja, pendapatan iklan dari akun Douyin-nya diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta yuan (sekitar Rp2,2 miliar), sementara satu video berdurasi 60 detik bisa dihargai 550.000 yuan (sekitar Rp1,2 miliar).
Namun, di balik popularitasnya, muncul kritik tajam. Banyak yang menilai video-video Yiyao tampak direkayasa dan menuduh orangtuanya mengeksploitasi anak demi keuntungan finansial. Sejumlah pengamat mengkhawatirkan kondisi fisik Yiyao, yang kadang terlihat memiliki lingkaran hitam di bawah mata dan terlambat masuk taman kanak-kanak karena kesibukan syuting.
Kontroversi semakin memuncak setelah video yang diunggah pada Februari menunjukkan Yiyao terjatuh akibat dijegal seorang anak laki-laki. Ketika warganet mengkritik adegan berbahaya itu, sang ibu menanggapi, “Sebelumnya kami tidak sempat merekam, jadi saya memintanya melakukannya dengan lebih lembut.”
Ancaman dan Hinaan yang Mengancam
Sejak saat itu, serangan terhadap keluarga Yiyao semakin parah. Dalam sebuah siaran langsung baru-baru ini, sang ibu mengungkapkan bahwa kotak pesannya dibanjiri makian dan ancaman keji terhadap anaknya. Beberapa pesan bahkan berisi kutukan seperti “anakmu tidak akan hidup lama” dan penghinaan yang menyebut sang bocah “terbelakang mental.”
“Kalau saya bilang ‘terbelakang mental’, itu masih kata yang paling sopan,” ucap sang ibu. “Saya bahkan tidak sanggup mengulang kata-kata yang lain.” Ia menegaskan akan mengambil langkah hukum jika serangan tersebut tidak berhenti.
Reaksi Warganet yang Terbelah
Pernyataan itu memicu perdebatan di dunia maya. Sebagian warganet menyalahkan orang tua Yiyao, menuding mereka hanya bereaksi setelah kontroversi merugikan muncul. “Ketika kamu menghasilkan uang dari anakmu, di mana tanggung jawabmu? Sekarang kamu malah bersembunyi di balik nama anak itu,” tulis seorang pengguna Douyin.
Namun, sebagian lainnya menyerukan empati. “Menyerahkan privasi di internet bukan berarti pantas dirundung. Dia hanya anak kecil,” tulis komentar lain yang menuai banyak dukungan.