
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Mengalami Keracunan Massal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan setelah terjadi keracunan massal usai mengonsumsi menu MBG. Kasus ini terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Pulau Sebatik yang menjadi lokasi utama kejadian keracunan.
Kasus dugaan keracunan MBG di Pulau Sebatik, Nunukan pada Selasa (30/9/2025) sore. Berdasarkan pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Program MBG memicu 75 kejadian keracunan massal di seluruh Indonesia. Dengan rincian:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Pulau Jawa (Wilayah II)
Jumlah kasus: 46 kejadian
Korban: 4.147 siswa
Daerah terdampak: - Bandung Barat: 1.333 siswa keracunan
- Garut: 657 siswa
- Kulon Progo (DIY): 457 siswa
- Sukoharjo (Jateng): 10 siswa
-
Cipongkor (Bandung Barat): >1.000 siswa dalam dua gelombang
-
Pulau Sumatera (Wilayah I)
Jumlah kasus: 9 kejadian
Korban: 1.307 siswa
Daerah terdampak: - Bengkulu (Lebong): 467 siswa
- Indragiri Hilir (Riau): 28 siswa
-
PALI dan Empat Lawang (Sumsel): >180 siswa
-
Indonesia Timur (Wilayah III)
Jumlah kasus: 17 kejadian
Korban: 1.003 siswa
Daerah terdampak: - Banggai Kepulauan (Sulteng): 251 siswa
- Kota Tual (Maluku): belasan siswa
- Ketapang (Kalbar): kasus menu ikan hiu goreng
Penyebab umum keracunan karena pelanggaran SOP dapur MBG (SPPG). Makanan dimasak terlalu awal, tidak higienis, atau bahan baku diganti tanpa kontrol ketat. Kurangnya pelatihan SDM dapur MBG juga menjadi faktor, karena belum terbiasa memasak dalam skala besar. Distribusi makanan yang terlambat atau tidak sesuai standar juga berkontribusi.
Keracunan MBG di Pulau Sebatik
Pulau Sebatik adalah sebuah pulau kecil yang terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Pulau ini memiliki keunikan geografis dan geopolitik karena terbelah oleh garis perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Kecamatan Sebatik Tengah, meliputi SDN 04, SDN 05, SDN 02, SDN 03, MI Darul Furqon, PAUD Ar Rahman, dan Posyandu merupakan wilayah terjadi keracunan massal.
Sedikitnya 82 orang, terdiri dari anak-anak PAUD dan SD, balita, hingga lansia. Mereka mengalami gejala muntah, diare, dan muntaber. Sebagian besar korban dirawat di Puskesmas Sei Taiwan, Puskesmas Aji Kuning, dan RSUD Pratama Sebatik. Gejala ini dialami setelah mereka memakan telur rebus sambal balado, tahu goreng, tumis wortel dan kol, serta buah semangka.
Anak-Anak di Pulau Sebatik Takut Konsumsi Menu MBG
Kasus dugaan keracunan MBG di Pulau Sebatik menyisakan ketakutan dan trauma bagi anak-anak serta orang tua murid. Banyak wali murid langsung mengirim pesan kepada guru, meminta agar anak mereka tidak lagi diberikan menu MBG. “Sekarang anak-anak takut dan trauma. Orang tua mereka banyak berkirim chat dan menelepon, jangan lagi kasih anaknya MBG,” ujar Kepala Sekolah SDN 04 Sei Limau, Sittiara Razak.
Di Kecamatan Sebatik Tengah, lebih dari 80 orang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Mereka berasal dari berbagai institusi pendidikan, seperti SDN 04, SDN 05, SDN 02, SDN 03, MI Darul Furqon, PAUD Ar Rahman, dan Posyandu. Beberapa anak membawa pulang menu MBG ke rumah, dimakan neneknya, akhirnya keracunan.
Kepanikan di MI Darul Furqon: Tak Ada Mobil, Obat Kosong
Kepanikan juga terjadi di MI Darul Furqon, sebuah madrasah yang terletak jauh dari jalan utama dan berada di tengah perkebunan kelapa sawit. Madrasah ini memiliki asrama untuk anak-anak TKI Malaysia. Sebanyak 11 murid MI Darul Furqon mengalami gejala muntaber. Lokasi sekolah yang terpencil membuat pihak sekolah kesulitan mencari kendaraan untuk membawa anak-anak ke Puskesmas secara mendadak.
Langkah awal yang diambil adalah menghubungi Komandan Pos Satgas Pamtas RI–Malaysia di Pos Bukit Keramat untuk meminta obat. Namun, obat yang dibutuhkan ternyata kosong. Akhirnya, pihak dapur MBG menanyakan kondisi anak-anak dan mengirimkan mobil dari SPPG untuk menjemput mereka.
Orang Tua Menolak MBG, Sekolah Diliburkan
Pihak sekolah menerima banyak permintaan dari orang tua agar anak mereka tidak lagi diberikan menu MBG. “Banyak orang tua murid mengirim pesan atau telepon. Biarkan anak mereka dimasakkan saja, bawa bekal dari rumah, tidak usah dibagi MBG,” lanjut Adnan. Sebagai langkah antisipasi, MI Darul Furqon memutuskan untuk meliburkan sekolah agar anak-anak bisa tenang dan memulihkan diri dari gejala keracunan.
Penanggung Jawab dan Tindakan Pemerintah
Menu MBG di Kecamatan Sebatik Tengah disiapkan oleh Yayasan Bina Pendidikan Yatim, dengan penanggung jawab Eka Riskayadi. SPPG ini menyediakan 992 porsi untuk PAUD dan SD di wilayah tersebut. Bupati Nunukan, Irwan Sabri, langsung menyeberang ke Pulau Sebatik pada malam kejadian untuk melihat kondisi anak-anak yang diduga keracunan. Ia memastikan bahwa Pemda Nunukan akan terus memantau kondisi para korban.
Ambulans Tidak Cukup, Mobil Dinas Camat Dipakai
Sebanyak 13 murid Sekolah Dasar (SD) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah Puskesmas di kecamatan Sebatik Tengah dan Kecamatan Sebatik Timur kebanjiran pasien murid SD yang mengalami keracunan MBG. Lima unit mobil ambulans yang dikerahkan tak cukup untuk membawa murid-murid SD yang mengalami keracunan makanan MBG tersebut hingga mobil dinas camat juga dipakai mobilitas pasien.
Sampel MBG Diamankan, SPPG Distop
Terpisah, Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, meminta pihak kepolisian segera mengamankan sampel menu MBG yang dikonsumsi anak-anak tersebut. Dari penelusurannya, ada sejumlah sekolah di Kecamatan Sebatik Tengah yang menerima menu MBG, masing-masing SDN 04 Sei Limau, SDN 05 Sei Limau, MI As Adiyah Tapal Batas, dan PAUD Ar Rahman, Sei Limau. Sebaiknya SPPG di Sebatik Tengah distop dulu. Kita minta penyelidikan dan investigasi menyeluruh untuk kelayakan dapur SPPG (Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Sebatik Tengah, yang baru beroperasi dua hari itu.
Kejadian Keracunan Sebelumnya di Kaltara
Sebelumnya, Senin (22/9/2025) dua siswa SMAN 1 Tanjung Selor dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo diduga mengalami gangguan kesehatan pasca mengkonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasca kejadian itu, kini program pemberian MBG di Sekolah Jalan Kolonel Soetadji Tanjung Selor, Bulungan Kalimantan Utara terpaksa dihentikan sementara.
Penjelasan BGN Soal Keracunan Massal
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memaparkan terkait jumlah orang yang terdampak keracunan makan bergizi gratis atau MBG. Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025). Mulanya, ia menuturkan sejak Januari hingga September 2025 terdapat 75 kasus keracunan yang terjadi. "Sebaran kasus terjadinya gangguan pencernaan atau kasus di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), dari 6 Januari-31 Juli (2025) tercatat ada kurang lebih 24 kasus kejadian. Sementara 1 Agustus (2025) sampai malam tadi, ada 51 kasus kejadian," katanya.