Anak-Anak Korban Angin Kencang Kroya Kembali Ceria dengan Trauma Healing

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Anak-Anak Korban Angin Kencang Kroya Kembali Ceria dengan Trauma Healing
Anak-Anak Korban Angin Kencang Kroya Kembali Ceria dengan Trauma Healing

Kegiatan Trauma Healing Polres Indramayu untuk Anak-Anak dan Warga Terdampak Bencana

Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, terus berupaya memulihkan kondisi masyarakat pasca-bencana alam. Salah satu langkah yang dilakukan adalah kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang terdampak bencana angin kencang di wilayah Kecamatan Kroya dan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 25 Oktober 2025, melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas).

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan empati dari Polri terhadap masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak psikologis akibat bencana. Selain fokus pada pemulihan fisik, Polres Indramayu juga berkomitmen untuk memulihkan mental dan semangat hidup warga, terutama anak-anak yang mengalami ketakutan setelah menghadapi peristiwa alam.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Lokasi dan Rangkaian Kegiatan

Trauma healing diadakan di dua lokasi sekaligus, yaitu Blok Bogor, Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, dan Blok Dangdur, Desa Babakanjaya, Kecamatan Gabuswetan. Puluhan anak-anak dan warga setempat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang secara menyenangkan dan edukatif.

Beberapa metode pendampingan diterapkan oleh tim Sat Binmas, seperti ice breaking, permainan edukatif, serta sesi motivasi dan konseling ringan. Tujuan utamanya adalah agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman, menumbuhkan semangat belajar, serta mengurangi rasa takut akibat peristiwa alam yang baru saja mereka alami.

Selain itu, tim juga memberikan snack, kue, dan hadiah kecil kepada anak-anak peserta trauma healing. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun ikatan emosional dan menghadirkan kembali keceriaan di tengah situasi sulit pascabencana.

Peran Polres Indramayu dalam Pemulihan Psikologis

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasie Humas AKP Tarno menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Polri terhadap masyarakat. “Kami tidak hanya hadir menjaga keamanan, tapi juga memberikan dukungan moral dan psikologis agar masyarakat bisa pulih lebih cepat,” ujarnya.

Menurutnya, banyak anak-anak yang masih merasa takut setiap kali mendengar suara angin kencang. Melalui kegiatan trauma healing, Polres Indramayu berharap dapat membantu mereka menyalurkan rasa cemas dan membangun kembali rasa percaya diri.

“Bencana alam bukan hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga dapat mengguncang kondisi mental anak-anak. Karena itu, Polri hadir untuk memberikan rasa tenang dan membantu mereka kembali tersenyum,” tambah AKP Tarno.

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan pascabencana, terutama dalam hal dukungan psikososial. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta elemen masyarakat diharapkan dapat ikut berperan aktif memberikan pendampingan kepada anak-anak terdampak.

Trauma healing ini juga menjadi wujud nyata semangat Polri Presisi yang humanis, di mana pendekatan kemanusiaan menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan di lapangan.

Tanggapan Positif dari Warga

Kegiatan ini disambut positif oleh warga. Sejumlah orang tua mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Polres Indramayu. Mereka merasa lebih tenang melihat anak-anak kembali bermain dan tertawa setelah beberapa hari diliputi ketakutan.

Salah satu warga, Siti Aisyah (34), mengatakan anaknya sempat tidak mau keluar rumah pasca-kejadian. “Begitu ikut kegiatan dari polisi ini, anak saya jadi berani lagi main di luar. Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah peduli,” ujarnya.

Rencana Pengembangan Program

Selain kegiatan di dua desa tersebut, Polres Indramayu juga berencana memperluas program trauma healing ke wilayah lain yang terdampak bencana, termasuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang mengalami kerugian material berat.

Melalui kegiatan ini, Polres Indramayu menegaskan perannya bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang selalu hadir di setiap situasi — termasuk dalam masa-masa sulit pascabencana alam.

Dengan adanya langkah konkret ini, Polri berharap semangat kebersamaan dan solidaritas antarwarga Indramayu semakin kuat. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Polri akan terus mendampingi sampai benar-benar pulih,” tutup AKP Tarno.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan