
Siswa SDN 2 Supiturang Belajar di Tenda Darurat Akibat Erupsi Gunung Semeru
Banyak siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, harus belajar di tenda darurat akibat sekolah mereka rusak akibat erupsi Gunung Semeru. Kondisi ini memaksa anak-anak tersebut mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam ruangan sementara yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Tenda besar yang berada di lahan warga Pronojiwo menjadi tempat utama untuk kegiatan belajar mengajar. Sebanyak 94 siswa tetap antusias mengikuti pembelajaran meskipun dengan fasilitas seadanya. Anggota Komisi X DPR RI, Muhamad Nur Purnamasidi, meninjau langsung kondisi tersebut. Ia memberikan bantuan seperti buku, tas, dan alat peraga belajar untuk mendukung proses belajar mengajar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bang Pur, sapaan akrab Muhamad Nur Purnamasidi, menyampaikan bahwa daerah terdampak bencana sering kali tidak mendapatkan perhatian yang cukup setelah bencana mereda. Namun, ia menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak yang terkena dampak bencana.
"Daerah terdampak bencana ini ramai di depan, namun sepi di belakang. Karena ini urusan pendidikan jadi tak boleh main-main," ujarnya. Ia berharap agar anak-anak terdampak bencana tetap bisa melanjutkan pendidikannya meski dengan fasilitas seadanya.
Upaya Pemerintah Dalam Memastikan Pendidikan Berjalan
Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya memastikan pendidikan tetap berjalan setelah bencana. Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan, Andri Wahyudi, menjelaskan bahwa komunikasi lintas level pemerintahan telah dilakukan secara berkelanjutan untuk merespons kebutuhan sekolah di wilayah terdampak.
Dukungan konkret mulai berdatangan, termasuk bantuan dari kementerian yang turun langsung ke lapangan. Bantuan tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga keluarga terdampak, berupa perlengkapan sekolah, paket kebutuhan dasar, serta pendirian tenda yang difungsikan sebagai ruang belajar sementara.
Andri menekankan bahwa pendekatan pembelajaran di sekolah darurat diubah. Proses belajar lebih diarahkan pada pemulihan emosional anak-anak, dengan penyesuaian kurikulum agar tekanan akademik tidak membebani kondisi psikologis siswa yang baru melewati situasi bencana.
Tantangan Utama dalam Pembelajaran Sementara
Kepala SDN 2 Supiturang, Ali Wafi, mengungkapkan bahwa keterbatasan sarana dan kondisi alam masih menjadi tantangan utama. Hujan sering kali membuat aktivitas belajar terganggu karena air masuk ke area tenda, bahkan menyebabkan siswa pulang dalam keadaan basah kuyup.
"Sekarang ada dua tenda, masing-masing digunakan untuk tiga kelas. Kami berharap ke depan anak-anak bisa segera belajar di tempat yang lebih aman dan layak," katanya.
Ali Wafi menambahkan bahwa meski kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, muatan pelajaran akademik dipangkas hingga sekitar tiga perempat. Langkah tersebut diambil agar siswa dapat lebih fokus pada rasa aman, kenyamanan, serta pemulihan mental setelah bencana.
Masa Depan SDN 2 Supiturang
Di masa depan, SDN 2 Supiturang yang rusak akibat bencana erupsi akan dibangun kembali dengan dukungan pemerintah pusat. Bang Pur menegaskan bahwa daerah bencana tidak bisa dibiarkan membebankan semua tanggung jawab kepada pemerintah daerah.
"Karena ini daerah bencana kita tidak bisa membebankan semua kepada pemerintah daerah. Karena itu hal-hal yang bersifat strategis tanggung jawab itu merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, bukan daerah. Karena daerah anggarannya tidak cukup," tandasnya.
Peran Pemerintah Daerah dalam Pemulihan
Selain itu, pemerintah daerah juga terus berupaya memastikan kebutuhan siswa terpenuhi. Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak, harapan besar dipegang bahwa kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Supiturang akan segera kembali normal. Meski saat ini masih dalam kondisi sementara, semangat dan motivasi siswa tetap tinggi untuk melanjutkan pendidikan mereka.