
KPAI: Kasus Penculikan Anak Masih Terjadi Setiap Tahun
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa kasus penculikan anak terjadi setiap tahun. Dalam tiga tahun terakhir, selalu ada orang tua dan keluarga yang mengadu dan meminta bantuan karena kehilangan anak-anak mereka. Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai oleh aiotrade.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jasra menjelaskan bahwa instansinya memiliki catatan terkait dengan kasus penculikan anak yang terjadi pada 2023, 2024, dan sepanjang tahun ini. Meski trennya menurun dari tahun ke tahun, namun setiap tahun selalu muncul kasus penculikan.
βTahun 2023 korban penculikan anak 43 kasus, tahun 2024 korban penculikan anak 7 kasus,β ungkap dia.
Sementara itu, data KPAI pada 2025 hingga November ini sudah terjadi 6 kasus penculikan anak. Jasra tidak merinci satu per satu dari puluhan kasus penculikan anak yang terjadi selama tiga tahun belakangan. Namun catatan KPAI menunjukkan bahwa masyarakat harus tetap waspada. Sebab, penculikan anak masih kerap terjadi dan bisa menimpa siapa saja.
Contoh Kasus Penculikan Anak yang Membuat Geger
Baru-baru ini, publik geger karena balita bernama Bilqis hilang di Makassar. Dia hilang saat sedang bersama orang tuanya. Belakangan terungkap bahwa Bilqis diculik oleh pelaku yang berjejaring. Beruntung, aparat kepolisian berhasil menemukan Bilqis dalam waktu kurang dari sepekan.
Balita berusia 4 tahun ini sudah berpindah lokasi sangat jauh. Hilang di Makassar, Bilqis ditemukan di Jambi. Lebih mengejutkan lagi karena Bilqis ternyata dijual oleh penculiknya kepada Suku Anak Dalam.
KPAI Mengingatkan Bahaya TPPO Terhadap Anak-Anak
Selain kasus penculikan, KPAI juga menyoroti berbagai kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang secara khusus menarget anak-anak. Dari tahun ke tahun, TPPO anak-anak berulang terjadi di Indonesia. Angka-angka yang diungkap oleh KPAI menunjukkan bahwa penculikan anak kerap berkelindan dengan TPPO.
β2023 TPPO 16 kasus, 2024 TPPO 10 kasus, dan 2025 TPPO 4 kasus yang terlaporkan,β terang dia.
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Penculikan Anak
Untuk mencegah terjadinya penculikan anak, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan anak-anak selalu diawasi, terutama ketika berada di tempat umum.
- Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga diri dan tidak mudah percaya kepada orang asing.
- Melibatkan komunitas dan pihak berwenang dalam upaya pencegahan penculikan anak.
- Memberikan edukasi tentang bahaya TPPO dan cara mengenali tanda-tanda kejahatan tersebut.
Kesimpulan
Meskipun jumlah kasus penculikan anak mengalami penurunan dari tahun ke tahun, namun ancamannya tetap ada. Masyarakat perlu tetap waspada dan berperan aktif dalam mencegah kejadian serupa. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga perlindungan anak, diharapkan dapat menurunkan angka penculikan anak serta TPPO yang menargetkan anak-anak.