Anak Hashim Masuk Perintis (TRIN), Ini Peluang Bisnis dan Harga Beli

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Anak Hashim Masuk Perintis (TRIN), Ini Peluang Bisnis dan Harga Beli

Perjalanan Harga Saham TRIN yang Menanjak

Harga saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) terus mengalami peningkatan signifikan. Pada Rabu (10/12/2025), hingga pukul 10.55 WIB, saham TRIN berada di level Rp 1.360 per saham atau naik sebesar 9,68% dari harga sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa saham TRIN sedang dalam tren positif dan diminati oleh para investor.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Perjalanan saham TRIN dimulai sejak tanggal 6 Oktober. Saat itu, harga saham TRIN masih berada di kisaran Rp 112 per saham. Dari titik tersebut, saham TRIN terus meningkat hingga mencapai level harga saat ini. Bahkan, saham TRIN telah masuk dalam daftar unusual market activity (UMA) BEI pada 7 Oktober 2025. Namun, meskipun mendapat label tersebut, saham TRIN justru terus melonjak hingga naik sebesar 1.062,39% sejak awal tahun.

Dalam lima hari terakhir saja, saham TRIN meningkat sebesar 44,68%. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya perubahan kepemilikan saham. Direktur Utama Perintis Triniti Properti, Ishak Chandra, dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan bahwa terjadi pengalihan saham sebesar 5% oleh TRIN kepada Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo, anak dari Hashim Djojohadikusumo. Di tahap berikutnya, Rahayu berencana untuk menambah kepemilikannya hingga 20% melalui mekanisme dan waktu yang diatur dalam perjanjian. “Susunan lengkap pemegang saham akan disampaikan perusahaan apabila proses pengalihan saham telah selesai dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar dia dalam keterbukaan informasi Selasa 8 Desember.

Perubahan Kepemilikan Saham

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, TRIN menjelaskan bahwa pihak yang akan mengalihkan saham ke Rahayu adalah pemegang saham utama perusahaan yakni PT Kunci Daud Indonesia yang memiliki 39,64% dan PT Intan Investama Internasional 32,43%. Perjanjian tersebut diteken pada 2 Desember 2025. Referensi saham yang akan dipakai oleh TRIN adalah harga rata-rata perusahaan pada periode 1 Oktober hingga 24 Oktober. Sehingga kepastian harga TRIN akan dalam tahap finalisasi. Perusahaan ini mengaku akan segera menyampaikan informasi terkait apabila pengalihan saham terlaksana. Berdasarkan data Bloomberg, harga rata-rata TRIN pada periode tersebut di Rp 204 per saham.

Ishak menambahkan, perubahan kepemilikan saham ini tidak akan mengubah struktur pengendalian saham oleh Kunci Daud dan Intan Investama. “Transaksi pengalihan saham kepada Ibu Rahayu tidak mengubah struktur pengendalian tersebut,” tegas dia.

Strategi Pengembangan Bisnis TRIN

Manajemen TRIN menegaskan jika arah pengembangan bisnis ke depan akan fokus pada percepatan pelaksanaan proyek yang sedang maupun akan dikembangkan serta pengembangan rumah tapak, logistik park, dan data center. "Perusahaan juga berkomitmen untuk menghadirkan ruang hidup yang berbudaya, berkelanjutan (sustainable), dan memberikan nilai tambah bagi generasi mendatang, sehingga mampu membangun masa depan yang lebih baik melalui inovasi yang berdampak luas dan berkelanjutan,” terang Ishak.

Ishak menjelaskan, masuknya Rahayu di TRIN disebut tidak menjadikannya berada dalam satu grup perusahaan dengan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI), tapi akan menjadi satu ekosistem dengan semua perusahaan di bawah Rahayu dan keluarga Djojohadikusumo di kemudian hari. "Kerja sama yang dilakukan antara Rahayu dan perusahaan bersifat investasi dan kemitraan strategis, sehingga tidak mengubah struktur pengendalian maupun mengakibatkan penggabungan grup usaha secara langsung dengan perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Djojohadikusumo,” jelas dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan