
Pelaku Penculikan Bilqis Ramadhany Juga Menjual Anak Kandungnya
Pelaku penculikan anak berusia 4 tahun, Bilqis Ramadhany di Makassar, ternyata memiliki tindakan yang lebih mengerikan. Dalam kasus ini, pelaku bernama Sri Yuliana alias SY (30) diduga tidak hanya menculik Bilqis, tetapi juga menjual anak kandungnya sendiri. Fakta ini terungkap melalui keterangan dari dua anak SY yang saat ini sedang menjalani pendampingan psikologis oleh UPTD PPA Makassar.
Menurut Konselor Hukum UPTD PPA Makassar, Sitti Aisyah, informasi mengenai penjualan anak kandung SY diperoleh langsung dari anak-anak tersebut selama proses pendampingan. Ia menjelaskan bahwa SY memiliki lima anak, dan salah satu dari mereka menjadi korban kekerasan seksual oleh pamannya sendiri di Makassar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Dari hasil pemeriksaan dan pendampingan, diketahui bahwa salah satu anak SY pernah menjadi korban kekerasan seksual oleh pamannya. Hal ini menunjukkan adanya ancaman serius terhadap keselamatan anak-anak dalam keluarga tersebut.
- Sitti menyampaikan bahwa informasi ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Namun, banyak orang yang mengetahui bahwa SY memang memiliki riwayat menjual anaknya.
Proses Pendampingan untuk Anak-Anak SY
Saat ini, dua anak SY masih menjalani pendampingan psikologis oleh petugas UPTD PPA Makassar. Proses ini bertujuan untuk membantu pemulihan mental dan emosional para anak setelah mengalami trauma. Selain itu, pihak UPTD PPA juga memberikan layanan psikolog untuk memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi.
- Koordinasi dengan pihak sekolah dilakukan untuk memastikan bahwa pendidikan anak-anak SY dapat berjalan lancar. Hal ini penting agar anak-anak bisa kembali fokus pada masa depan mereka.
- Sitti menjelaskan bahwa upaya pemulihan akan terus dilakukan secara bertahap, dengan bantuan dari berbagai pihak yang terlibat dalam perlindungan anak.
Penemuan Bilqis di Wilayah Suku Anak Dalam
Bilqis Ramadhany dinyatakan hilang pada Minggu (2/11/2025) saat bermain di Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Setelah penyelidikan intensif, tim gabungan akhirnya menemukan Bilqis dalam keadaan sehat di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pada Sabtu (8/11/2025) malam.
Hasil penyidikan mengungkap bahwa Bilqis dijual dengan harga sekitar Rp 80 juta oleh jaringan pelaku dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas provinsi. Ini menunjukkan bahwa kasus ini melibatkan jaringan yang cukup besar dan kompleks.
Empat Tersangka dalam Kasus Penculikan dan Perdagangan Anak
Polisi telah menetapkan empat tersangka dalam kasus penculikan dan perdagangan anak tersebut, yaitu:
- Sri Yuliana alias SY (30) – warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
- Nadia Hutri alias NH (29) – warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
- Meriana alias MA (42) – warga Kabupaten Merangin, Jambi.
- Adit Prayitno Saputra alias AS (36) – pasangan kekasih Meriana, warga Kabupaten Merangin, Jambi.
Kasus ini menunjukkan betapa seriusnya tindakan perdagangan anak yang terjadi di Indonesia. Dengan adanya pengungkapan fakta-fakta baru seperti penjualan anak kandung oleh pelaku, masyarakat diharapkan semakin waspada terhadap bahaya-bahaya yang mengancam keselamatan anak-anak.