Anak SD Tertangkap Curi Ayam, Prabowo Kaget: Tidak Masuk Akal, Apa Peran Hakim dan Jaksa?

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 21x dilihat
Anak SD Tertangkap Curi Ayam, Prabowo Kaget: Tidak Masuk Akal, Apa Peran Hakim dan Jaksa?

Presiden Prabowo Mengkritik Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal sebagai Prabowo, menyampaikan keherannya terhadap tindakan aparat penegak hukum yang menangani beberapa kasus yang menjerat rakyat biasa. Hal ini disampaikan saat ia memberikan sambutan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Senin (20/10/2025).

Beberapa kasus yang menjadi perhatian Prabowo adalah ketika anak di bawah umur ditangkap karena mencuri ayam. Selain itu, ada juga kasus seorang ibu yang ditangkap karena mencuri pohon. Menurut Prabowo, hal-hal seperti ini tidak masuk akal dan harus dihindari.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Saya ingat beberapa saat yang lalu, saya ingat benar, ada anak SD, anak di bawah umur ditangkap karena mencuri ayam. Saya ingat benar itu. Ini tidak masuk di akal. Hakim, jaksa ada apa ngejar, iya kan. Anda pasti ingat peristiwa itu," ungkap Prabowo.

"Ada lagi ibu-ibu ditangkap mencuri pohon. Mungkin ingat juga peristiwa itu, ya. Ada apa?" sambungnya.

Prabowo menekankan bahwa penegak hukum harus memiliki hati dan jangan sampai penegakan hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Ia menginginkan agar aparat penegak hukum lebih memperhatikan masyarakat yang lemah.

"Kalau perlu si hakim, si jaksa, atau si polisi pakai uangnya sendiri ganti ayamnya, anaknya dibantu," ucap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menceritakan pengalamannya saat memanggil anak SD tersebut ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, untuk memberikannya beasiswa.

Kepala negara berharap penindakan hukum yang dialami anak SD dan ibu tersebut jangan sampai terjadi lagi. "Anak itu saya ingat saya panggil tuh ke Hambalang saya kasih beasiswa. Hal-hal semacam ini saya percaya sudah tidak terjadi lagi, saya berharap," kata Prabowo.

Di era digitalisasi, semua orang memiliki alat komunikasi sehingga bisa mengadukan nasibnya langsung ke Presiden RI. "Tapi ingat, rakyat kita ini sekarang pandai dan sekarang ada teknologi. Kalau ada apa-apa mereka punya gadget," ujar Prabowo.

"Yang repot, laporannya selalu langsung ke presiden, itu yang capek itu, Pak Prabowo begini, 'waduh', saya harus bereaksi karena itu rakyat kita, rakyat saya. Saya harus membela mereka, saudara-saudara harus bantu saya menegakkan kebenaran, membela, membela yang lemah," lanjutnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan