Anak SD Tewas dengan 14 Luka Tusuk di Rumah Mewah Cilegon

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Anak SD Tewas dengan 14 Luka Tusuk di Rumah Mewah Cilegon
Anak SD Tewas dengan 14 Luka Tusuk di Rumah Mewah Cilegon

Kematian Bocah SD di Rumah Mewah Cilegon Menggegerkan Warga

Seorang bocah SD ditemukan tewas dengan luka tusuk di tubuhnya di dalam rumah mewah yang terletak di kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 14.20 WIB. Korban, yang berinisial MAHM (9 tahun), merupakan pelajar kelas IV SD dan dikenal sebagai anak yang baik serta ramah kepada siapa pun.

Bocah itu sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida, Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kejadian Awal dan Proses Penanganan

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh ayah korban, H. Maman, saat menerima telepon darurat dari anak keduanya, D (8 tahun). D sedang berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung. Mendengar kabar tersebut, H. Maman langsung meninggalkan tempat kerjanya dan segera menuju ke lokasi kejadian.

Setibanya di rumah, ia menemukan kondisi korban sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Tak lama setelahnya, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.

Fakta dan Pemeriksaan Lanjutan

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif maupun identitas pelaku dari kasus kematian bocah SD yang mengenaskan ini. Polisi belum mengungkapkan informasi detail tentang kejadian tersebut, termasuk identitas pelaku atau alur kronologi lengkap peristiwa.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab dan kronologi lengkap kejadian ini,” ujar sumber kepolisian. Sampai berita ini diturunkan, proses olah TKP masih berlangsung guna mengungkap peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Lingkungan Sekitar dan Respons Warga

Rumah korban, yang memiliki arsitektur bergaya Eropa-Amerika klasik, terletak di lingkungan yang dikenal cukup tertutup dan memiliki sistem keamanan ketat. Di sekitar rumah, tampak puluhan warga setempat serta keluarga korban yang hilir mudik. Di depan gerbang rumah, terdapat dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS).

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut. Pantauan di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB menunjukkan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban.

Duka Mendalam dan Tantangan Penyelidikan

Kasus ini menyita perhatian warga sekitar dan menimbulkan duka mendalam, mengingat korban merupakan anak di bawah umur dan peristiwa terjadi di dalam lingkungan rumah tinggal. Sejumlah kendaraan kepolisian terparkir di sekitar rumah korban, sementara garis polisi tampak terpasang di area pintu masuk.

Petugas kepolisian terlihat keluar masuk rumah untuk melakukan olah TKP. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap kejadian masih belum dapat dipastikan. Proses penyelidikan masih berlangsung, dan pihak kepolisian mengklaim bahwa mereka sedang mengumpulkan barang bukti dan fakta-fakta terkait peristiwa tersebut.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan