
Progres Pembangunan Jembatan Surian Cegog Capai 90 Persen
Pembangunan Jembatan Surian Cegog di Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, saat ini sudah mencapai 90 persen. Dalam keterangan tertulisnya, Andra Soni menyampaikan bahwa proyek ini tinggal membutuhkan 10 persen lagi untuk selesai.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saat ini sudah sekitar 90 persen progresnya, tinggal 10 persen lagi. Mohon doa dan dukungannya karena dengan cuaca seperti ini, mudah-mudahan tidak terhambat,” ujar Andra Soni.
Pembangunan jembatan tersebut telah dimulai sejak bulan Juni 2025 setelah Pemprov Banten mengambil alih dari Pemkab Pandeglang. Anggaran yang digunakan berasal dari efisiensi Tahun Anggaran 2025.
“Dari anggaran efisiensi itu, kami relokasi ke pembangunan jembatan tersebut yang dalam waktu tidak lama lagi akan selesai,” tambahnya.
Penanganan Kondisi Darurat di Lokasi
Untuk menangani kondisi darurat di lokasi, Andra Soni telah berkoordinasi dengan Bupati Pandeglang agar membangun kembali jembatan sementara yang hanyut akibat curah hujan tinggi.
“Hal itu dimintanya agar masyarakat dan anak sekolah dapat dengan aman beraktivitas dan menyeberang,” ujarnya.
Menurut Andra, kondisi hujan dan debit air tinggi mungkin memerlukan jembatan sementara atau solusi lain agar warga bisa menyeberang dengan aman.
Tahap Akhir Pembangunan Jembatan
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut kini memasuki tahap pengecoran akhir.
“Pengecoran terakhir itu di akhir bulan Oktober, mudah-mudahan pada November sudah bisa dilewati masyarakat,” ujar Arlan.
Ia juga menambahkan bahwa jembatan sementara yang sebelumnya digunakan warga memang hanyut karena curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meningkat.
“Arahannya kepada masyarakat agar tidak memaksakan diri dan menunggu jembatan baru selesai atau bisa mengambil jalur alternatif lain. Jangan memaksakan jalan ketika debit air tinggi,” kata Arlan.
Video Viral Menunjukkan Risiko yang Dihadapi Warga
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menampilkan sekelompok pelajar di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, nekat menyeberangi arus sungai deras tanpa jembatan.
Rekaman berdurasi 37 detik itu menunjukkan sejumlah siswa berseragam SD dan SMP berpegangan satu sama lain sambil bertumpu pada seutas tali untuk menyeberang.
Mereka melintasi Sungai Surian yang menjadi jalur penghubung antara Kampung Cegog dan Kampung Aer Jeruk, Desa Rancapinang, pada Rabu (22/10/2025).
Video tersebut menuai keprihatinan publik dan menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya keamanan dalam menyeberang.