Anak Terpandai Sekolah, Kini Jadi Apa?

admin.aiotrade 20 Okt 2025 6 menit 18x dilihat
Anak Terpandai Sekolah, Kini Jadi Apa?

Perjalanan Pagi dan Kenangan Sekolah

Pagi ini, sepanjang perjalanan ke tempat kerja di hari Senin, aku sedang beruntung karena tidak menghadapi kereta yang penuh penumpang. Masih lumayan lengang walau tak terlalu pagi. Jam 06.40 aku naik kereta dari stasiun Depok menuju Cawang. Karena masih lengang maka aku bisa menulis artikel ini, walau dalam posisi berdiri. Sambil mengisi waktu dikereta aku scrolling sosial media. Melihat berbagai update di dunia Maya. Satu yang membuat aku terhenti. Memandangi foto sepasang suami istri di depan rumah barunya. Karena kemarin baru update story sosmednya. Rumah yang megah, besar luas. Dominasi putih. Pasangan ini tampak berfoto sebelum main tennis bersama. Terlihat pada captionnya. Dan mereka membawa peralatan Tennis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Yang membuat aku berhenti menatap adalah sosok lelaki itu adalah teman SMA ku dulu. Sebut saja si Budi. Alhamdulillah Budi tampak sukses sekarang. Ditambah dia juga punya usaha yang cukup viral, sebagai owner sepertinya. Teringat dahulu.. Budi ini malas sekali saat di SMA. Lumayan nakal, kalau guru menjelaskan dia tidur, di jam kosong dia main remi sama teman-teman. Tapi lihatlah sekarang hidup Budi nice saja. Memang orangnya Budi adalah orang yang sangat berkecukupan.

Kenangan Sekolah dan Perbedaan Kondisi

Jika kuingat-ingat.. anak terpintar di sekolah ku dari SMP sampai SMA jadi apa ya? Karena anak yang pintar itu sangat kuingat. Pertama nama mereka sellau di gaungkan saat pengumuman Upacara.. juara umum kelas adalah si A, si B mungkin hanya 2 atau 3 orang pastinya yang bisa kita sebut terpintar di sekolah. Tanpa menyebut nama teman sekolah terpintar ada yang menjadi Hakim di sebuah kota, diluar kota saat ia bersekolah dulu, ada yang melanjutkan sekolah sampai luar negeri, ada yang jadi guru SMP dan membersamai keluarga kecil dan anak-anaknya. Ada pula yang menjadi pegawai tetap di balai jaminan kesehatan. Itu rerata ya di save mode ya. Tapi ada juga yang memilih terus neniliki pendidikan yang lebih.

Namun bagaimana para anak yang menurutku lumayan bandel? Sesungguhnya aku tak mengetahui jejak teman-teman sekolah ku seluruhnya misal SMP ntahlah bagaimana kabar para temanku. Nah mungkin teman-teman SMA masih bisa terlihat. Aku SMA di sekolah unggulan di Provinsi Lampung. Memasuki sekolah ini melalui seleksi yang lumayan sulit. Aku juga dulunya tak langsung bersekolah disini. Melainkan di SMA negeri 4 dahulu 1 tahun atau 6 bulan gitu ya. Baru ke SMA Negeri 2 ini. Its oke aku tak mengapa kok bilang hal ini. Karena memang inilah jenjang yang kujalani. Tak akan menutupi jenjang pendidikan yang sudah kulalui.

Beragam Bakat dan Kondisi Keluarga

Untuk teman-temanku di SMA Negeri 2 Bandarlampung semuanya cerdas-cerdas. Tapi tak semua pintar di banyak bidang. Ada yang pandai di Bahasa Inggris saja tapi yang lain berusaha mempelajari lagi, ada yang pintar Biologi...matematika sedang-sedang saja. Ada yang jaho sekali di bidang seni, dll. Intinya tiap anak bersekolah tidak bisa menuntut ia pandai dalam semua bidang. Tapi yakinlah Guru tetap mau menghargai usaha anak muridnya. Meskipun ia nilai ujian mungkin tak terlalu baik, namun anaknya cukup rajin, berperilaku baik dan memperhatikan kala guru mengajarkan.

Setelah ku pikirkan, ternyata memang yang menjadi pembeda antara anak 'tak rajin, dan kurang memperhatikan guru' di zaman SMP dan SMA ternyata perekonomian orangtua. Lah kok bisa? Ya, saat aku SMP.. Menengah pertamaku bukanlah sekolah yang terlalu favorite, sedang-sedang saja. Sekolah ku dipinggi jalan, kala itu sekolah ini masih biasa saja. Sesekali dapat juara. Tapi ku sadari memang. Temanku berbagai ada yang perekonomian orang yang terbilang punya, ada yang menengah dan ada yang menengah ke bawah. Sedangkan kalau SMA ku, salah satu sekolah Favorite di Lampung ini sebagian besar orangtua mereka memiliki kemampuan finansial yang cukup, atau diatas cukup terlihat banyak teman-teman SMA ku yang membawa motor dan mobil orangtuanya sendiri. Kalau orangtua ku ya menengah saja, anamnya Bapak Guru, ibu sebagai Ratu Rumah Tangga. Haha

Penelitian Dono Warkop dan Pengaruh Ekonomi Keluarga

Berhubungan dengan salah satu penelitian salah satu legenda pelawak Nasional. Dono Warkop yang berjudul "Hubungan Status Sosial Ekonomi Keluarga dengan Prestasi Murid di Sekolah (Studi Kasus SMP Negeri Desa Delanggu)". Skripsi ini disusunnya pada tahun 1978 saat ia menjadi mahasiswa jurusan Sosiologi di Universitas Indonesia (UI).

Hal yang mencuri perhatian salah satunya ada pada pertanyaan pemantiknya. "Apakah betul demokratisasi pendidikan itu dapat dicapai dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat?"

Berlanjut ke halaman kesimpulan, dalam penelitian yang ia lakukan ternyata menemukan bahwa murid-murid yang pandai ternyata lebih banyak dari keluarga dengan latar belakang baik. Di mana pendidikan orangtua mereka juga berperan penting.

"Pendidikan orangtua yang baik cenderung mempunyai pengaruh terhadap pendidikan anaknya, sebab orangtua yang demikian mempunyai pandangan terhadap masa depan anaknya," demikian penggalan kesimpulan di halaman skripsi Dono (sumber: suara.com )

Dampak Ekonomi pada Pendidikan

Ya. Ternyata benar ada pengaruhnya. Ternyata teman-temanku di SMP saat ini pekerjaannya biasa saja. Saat ujian masuk SMA sebagian tidak masuk SMA Negeri, tanpa pakai bimbingan belajar tambahan karena memang perekonomian keluarga teman-temanku di SMP yang beragam, sebagian justru menengah kebawah atau menengah saja (cukup). Jika teman-temanku semasa SMA, sebagian mereka memang tidak memperhatikan guru menjelaskan. Namun mereka ada bimbel tambahan. Ada satu pelajaran yang mereka kuasai. Dan ada motivasi keinginan masuk kuliah terbaik atau sekolah kedinasan yang mereka inginkan. Maka adanya motivasi, dan tersedianya fasilitas, mau tak mau membuat anak itu mau belajar dan mempelajari.

Dan terjadilah hal yang bisa kita duga bahwa anak yang memiliki perekonomian keluarga yang baik, maka akan menerima fasilitas pendidikan, dan mengenyam pendidikam yang baik dan berkualitas pula.

Kesimpulan dan Harapan

Maka ketika sudah dewasa seperti sekarang sudah 10 tahunan lebih masa lulus SMA kami, rerata teman-teman SMA ku mendapat pekerjaan yang baik. Yang memiliki sirkel orang kaya atau (genk) semasa SMA kan terus berada di sirkel itu, bahkan bisa bekerjasama membuat suatu project pekerjaan baru.

Ya, maka jangan sepelekan anak yang saat ini tampak malas. Bisa saja suatu saat berubah, dan menjadi orang yang di hormati. Anak yang malas loh ya, bukan anak yang tak beradab apalagi tak punya etika.

Semoga anak-anak bangsa kita beradab. Beretika, sehat dan cerdas semua. Aamiin. Pada intinya tiap orang bisa mengubah dirinya sendiri, tergantung motivasi yang ia inginkan. Jika ingin membuat bangga orangtua dengan menjadi dokter, maka si anak akan mencari cara bagaimana caranya bisa lulus ujian masuk kampus kedokteran. Jika ingin jadi personil Militer, maka ia akan mencari cara agar bisa lulus tes militer dst..

Dear Kompasianer, apakah masih ingat teman paling pintar di sekolah sekarang sudah jadi apa ya?

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan