Anak Usaha PTRO Dapat Kontrak Petronas Rp156 Miliar

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Anak Usaha PTRO Dapat Kontrak Petronas Rp156 Miliar

PT Petrosea Tbk (PTRO), yang merupakan salah satu emiten terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, melalui anak perusahaannya PT Hafar Daya Konstruksi (HDK) berhasil memperoleh kontrak dari anak perusahaan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) senilai US$ 9,5 juta atau sekitar Rp 156 miliar.

Kontrak ini diperoleh dari Petronas Carigali North Madura II Ltd., yang menjadi operator tunggal di Wilayah Kerja (WK) North Madura II. Dalam proyek ini, HDK akan bekerja sama dengan PT Gunanusa Utama Fabricators sebagai mitra konsorsium. Wakil Presiden Direktur HDK, Dito Danarianto Sudarbo, menyampaikan bahwa ekspansi bisnis HDK adalah langkah strategis untuk memperkuat peran perusahaan dalam mendukung kemandirian energi nasional.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dito juga menegaskan bahwa HDK tidak memiliki hubungan afiliasi, kepemilikan, maupun kerja sama apa pun dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), seperti yang sempat diberitakan di sejumlah media. Selain itu, konsorsium Hafar–Gunanusa juga tidak menyewa kapal dari CBRE.

Proyek yang dinamakan Hidayah Project ini merupakan bagian dari pengembangan Lapangan Hidayah. Ruang lingkup pekerjaan (scope of work) HDK mencakup layanan Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) untuk Integrated Wellhead Central Processing Platform (WHCPP) serta Subsea Pipeline and Pipeline End Terminal (PLET) pada proyek pengembangan Lapangan Hidayah Tahap I.

Ekspansi bisnis HDK menjadi bagian dari strategi pengembangan non-organik Petrosea, melalui diversifikasi bisnis dan peningkatan kapabilitas di bidang Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) lepas pantai.

Proyek pengembangan Lapangan Hidayah Tahap I ini adalah proyek lepas pantai yang dioperasikan oleh Petronas Carigali Indonesia di Blok Ketapang, lepas pantai Jawa Timur. Proyek ini disetujui oleh SKK Migas dan bertujuan memproduksi sekitar 88,55 juta barel minyak hingga 2041, dengan target produksi awal 8.973 per hari. Proyek ini ditargetkan akan memproduksi 25.276 barel per hari yang dimulai pada kuartal pertama 2027.

Sementara itu, kinerja keuangan PT Petrosea Tbk (PTRO) hingga kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$ 6,93 juta atau sekitar Rp 115,10 miliar hingga kuartal ketiga 2025. Angka ini meningkat 141,9% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2024, yang hanya mencatat laba bersih sebesar US$ 2,86 juta atau Rp 47,58 miliar.

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan PTRO hingga September 2025 mencapai US$ 603,84 juta atau sekitar Rp 10,01 triliun. Angka ini melonjak 18,4% yoy dari periode yang sama sebelumnya sebesar US$ 509,91 juta atau Rp 8,46 triliun pada 2024.

Pendapatan perusahaan didominasi dari segmen konstruksi dan rekayasa sebesar US$ 271,83 juta, penambangan US$ 267,16 juta, dan jasa sebesar US$ 23,27 juta. Diikuti oleh EPCI-Minyak Bumi dan Gas Lepas Pantai sebesar US$ 5,86 juta dan lain-lain sebesar US$ 1,89 juta.

Adapun pendapatan dari penjualan batu bara turun menjadi US$ 33,80 juta dari sebelumnya US$ 45,25 juta. Hal ini menunjukkan pergeseran fokus bisnis PTRO dalam mengoptimalkan sumber pendapatan dari sektor yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan