Analisis: Ancaman Trump di Selat Hormuz Tak Patahkan Iran

Analisis: Ancaman Trump di Selat Hormuz Tak Patahkan Iran
Analisis: Ancaman Trump di Selat Hormuz Tak Patahkan Iran

Ancaman Blokade Trump Tidak Akan Membuat Iran Tunduk

Sejumlah analis menilai bahwa ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz tidak akan membuat Iran tunduk. Menurut Mushahid Hussain Syed, seorang analis pertahanan sekaligus mantan Menteri Informasi Pakistan, Iran telah mengendalikan Selat Hormuz secara efektif dan tidak benar-benar menutupnya.

Syed menjelaskan bahwa situasi di Selat Hormuz dikelola seperti gerbang tol jalan raya di berbagai negara, termasuk Inggris, Pakistan, atau Amerika Serikat. Akses ke selat tersebut diatur dengan memerlukan pembayaran tertentu. Ia menyebut bahwa pembayaran tersebut bukan dalam petrodolar, tetapi dalam petro-yuan, merujuk pada preferensi Iran yang lebih memilih dibayar dengan mata uang China.

Ia juga menyarankan bahwa ancaman dari Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz kemungkinan besar hanya gertakan. Syed menegaskan bahwa selat tersebut tetap terbuka bahkan sebelum serangan gabungan Israel-AS, dan bahwa Iran masih memiliki keunggulan militer di kawasan tersebut.

Dia merasa bahwa melalui retorika bombastis dan gertakan ini, dia dapat menekan atau mengintimidasi Iran agar tunduk, tetapi itu tidak akan terjadi. Hal itu tidak terjadi dalam 43 hari terakhir, dan tidak akan terjadi dalam waktu dekat, tambahnya.

Gertakan AS Buntut Gagal Negosiasi

Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mulai memblokade Selat Hormuz, Minggu (12/4/2026). Keputusan ini diambil setelah Iran menolak menghentikan ambisi nuklirnya dalam perundingan damai yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu.

Meskipun perundingan panjang diklaim berlangsung cukup lancar dan mayoritas hal sudah mencapai kesepakatan, persoalan program nuklir masih menjadi hambatan utama. Trump menyatakan blokade akan segera diberlakukan terhadap semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz, tulis Trump di platform Truth Social, dikutip dari AFP.

Ia juga mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Setiap warga Iran yang menembaki kami atau kapal, akan DIHANCURKAN! tegasnya.

Negosiasi Buntu

Negosiasi antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan berakhir tanpa kesepakatan setelah 21 jam kedua belah pihak melakukan pembicaraan. Iran menolak sejumlah syarat yang diajukan AS dan dianggap sebagai tuntutan yang tak masuk akal.

Dilansir dari media Iran, Tasnim, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan perundingan antara Iran dan AS berakhir tanpa kesepakatan karena tuntutan berlebihan yang diajukan pihak AS. Baqaei mengatakan sebetulnya dalam pembicaraan Iran dan AS telah mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tetapi ada dua tiga hal penting berbeda pandang dari kedua belah pihak.

Kata dia negosiasi berlangsung dalam suasana ketidakpercayaan dan kecurigaan setelah kedua belah pihak terlibat perang selama 40 hari. Wajar jika sejak awal kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan dalam satu pertemuan, kata Baqaei dilansir dari Tasnim, Minggu (12/4/2026).

Tidak ada yang mengharapkan itu juga, lanjut dia.