Analisis: BI-FRN Kuatkan Transmisi Kebijakan Moneter

admin.aiotrade 14 Nov 2025 4 menit 16x dilihat
Analisis: BI-FRN Kuatkan Transmisi Kebijakan Moneter

MIRAE Asset Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa tujuan utama dari penerbitan Bank Indonesia Floating Rate Note (BI-FRN) adalah untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter ke pasar uang dan sektor keuangan. BI-FRN merupakan surat berharga dengan suku bunga mengambang yang didasarkan pada IndONIA, dan rencananya akan diterbitkan pada 17 November 2025.

“Kami merasa bahwa dengan kupon mengambang yang menyesuaikan pergerakan suku bunga acuan pasar yaitu IndONIA, maka transmisi moneter akan lebih efektif,” kata Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, dalam wawancara dengan Tempo pada Rabu, 13 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurutnya, BI-FRN diharapkan bisa memperkuat hubungan antara BI-Rate dengan penurunan suku bunga simpanan dan kredit melalui mekanisme pasar yang terbuka, likuid, dan transparan. Hal ini penting karena akan memberikan dampak yang lebih cepat dan efisien dalam menjalankan kebijakan moneter.

Namun demikian, Rully menyatakan bahwa instrumen ini akan lebih menarik bagi investor non-bank jika ada ekspektasi suku bunga yang naik. Menurut dia, investor institusional yang ingin menjaga nilai portofolio mereka dari tekanan kenaikan biaya dana dapat melihat BI-FRN sebagai opsi yang lebih responsif dibandingkan instrumen dengan suku bunga tetap.

Sebagai tahap awal, BI-FRN akan dilelang kepada dealer utama di pasar perdana. Namun, di masa depan surat ini juga akan diperdagangkan di pasar sekunder dan bisa dimiliki oleh bank, institusi non-bank, serta nonresiden atau investor asing.

Fitra Jusdiman, Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menjelaskan bahwa tujuan utama penerbitan BI-FRN adalah untuk mengembangkan pasar Overnight Index Swap (OIS). OIS merupakan instrumen lindung nilai suku bunga melalui pertukaran dua jenis pendapatan dari suku bunga yang berbeda, yaitu suku bunga tetap dan suku bunga mengambang.

Fitra menuturkan bahwa dengan suku bunga IndONIA yang berubah-ubah, harapan pelaku pasar akan terdorong untuk bertransaksi di pasar OIS. “Karena adanya risiko fluktuasi suku bunga tadi, makanya kemudian ini bisa memicu pemegang BI-FRN untuk melakukan yang namanya hedging (lindung nilai) melalui instrumen OIS,” ucap Fitra dalam taklimat media di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Manfaat dan Dampak BI-FRN

BI-FRN memiliki beberapa manfaat yang signifikan dalam sistem keuangan Indonesia. Pertama, BI-FRN akan meningkatkan efisiensi transmisi kebijakan moneter. Dengan suku bunga yang mengambang, BI-FRN mampu merefleksikan perubahan suku bunga pasar secara langsung, sehingga membantu pemerintah dan bank sentral dalam menyesuaikan kebijakan moneter secara lebih cepat dan akurat.

Kedua, BI-FRN akan memperluas akses pasar bagi berbagai jenis investor. Selain bank, investor non-bank dan investor asing juga akan dapat membeli dan memperdagangkan BI-FRN di pasar sekunder. Hal ini akan meningkatkan likuiditas dan stabilitas pasar keuangan.

Selain itu, BI-FRN juga akan menjadi alat penting dalam pengelolaan risiko suku bunga. Investor yang memiliki portofolio yang rentan terhadap kenaikan biaya dana dapat menggunakan BI-FRN sebagai alternatif investasi yang lebih responsif terhadap perubahan suku bunga.

Peran Pasar OIS

Pasar OIS memiliki peran penting dalam mengelola risiko suku bunga. Melalui OIS, pelaku pasar dapat melakukan lindung nilai terhadap fluktuasi suku bunga. Dengan penerbitan BI-FRN, pelaku pasar akan lebih termotivasi untuk bertransaksi di pasar OIS, karena adanya ekspektasi kenaikan suku bunga.

Fitra menekankan bahwa penguatan pasar OIS akan mendukung stabilitas sistem keuangan. Dengan semakin berkembangnya pasar OIS, pelaku pasar akan memiliki lebih banyak alat untuk mengelola risiko dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dana.

Tantangan dan Peluang

Meskipun BI-FRN menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah tingkat kesadaran investor terhadap instrumen ini. Untuk itu, diperlukan sosialisasi yang intensif agar investor memahami karakteristik dan manfaat dari BI-FRN.

Selain itu, diperlukan kerja sama antara Bank Indonesia, lembaga keuangan, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kelancaran penerbitan dan distribusi BI-FRN.

Dengan penerbitan BI-FRN, diharapkan akan tercipta sistem keuangan yang lebih stabil, efisien, dan inklusif. Instrumen ini tidak hanya menjadi alat kebijakan moneter, tetapi juga menjadi peluang investasi yang menarik bagi berbagai kalangan investor.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan