Pasar saham Indonesia menunjukkan pergerakan yang sangat berbeda pada perdagangan awal pekan, Senin, 6 Oktober 2025 kemarin. Beberapa saham lapis dua dan tiga mengalami lonjakan harga yang spektakuler, sementara sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) justru mengalami penurunan signifikan. Fenomena ini menjadi catatan penting bagi para investor dan trader dalam menyusun strategi untuk perdagangan hari ini, Selasa, 7 Oktober 2025.
Berikut adalah rangkuman saham-saham yang menjadi pusat perhatian utama kemarin:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
'Tsunami' Transaksi di Saham Grup Barito
Saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Barito menjadi bintang utama dalam perdagangan kemarin. Salah satu saham yang paling fenomenal adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang tidak hanya mengalami kenaikan harga yang signifikan tetapi juga memiliki nilai transaksi yang sangat tinggi.
Harga saham CDIA melonjak dari Rp 270 menjadi Rp 2.000, atau naik sebesar 15,6%. Nilai transaksi saham tersebut dalam sehari mencapai Rp 2,31 triliun, dengan frekuensi perdagangan lebih dari 167 ribu kali. Ini menjadikannya saham paling aktif dan likuid di bursa kemarin, menunjukkan minat spekulatif yang sangat tinggi.
Saham ANJT dan RAJA Ikut 'Ngamuk'
Selain CDIA, beberapa saham lain juga menunjukkan reli yang luar biasa dan masuk dalam jajaran Top Gainers:
- ANJT (Austindo Nusantara Jaya Tbk.): Harga saham naik dari Rp 490 menjadi Rp 2.650, atau meningkat sebesar 22,7%. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp 49,4 miliar.
- RAJA (Rukun Raharja Tbk.): Saham ini melanjutkan tren positifnya, naik dari Rp 550 menjadi Rp 4.620, atau meningkat sebesar 13,5%. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp 1,18 triliun.
- AGII (Samator Indo Gas Tbk.): Harga saham naik dari Rp 310 menjadi Rp 1.560, atau meningkat sebesar 24,8%. Saham ini mencapai batas Auto Reject Atas (ARA).
'Banjir Darah' di Saham Rokok dan Media
Di sisi lain, tekanan jual yang kuat menimpa beberapa saham big caps, menjadikannya Top Losers pada perdagangan kemarin:
- FILM (MD Entertainment Tbk.): Harga saham turun drastis dari Rp 900 menjadi Rp 5.200, atau terkoreksi sebesar 14,7%.
- GGRM (Gudang Garam Tbk.): Saham raksasa rokok ini juga mengalami penurunan, turun dari Rp 650 menjadi Rp 12.625, atau terkoreksi sebesar 4,9%.
- AALI (Astra Agro Lestari Tbk.): Harga saham turun dari Rp 400 menjadi Rp 7.575, atau terkoreksi sebesar 5,0%.
Pasar kini akan mencermati apakah euforia pada saham-saham lapis kedua akan berlanjut, dan apakah tekanan jual pada saham-saham big caps akan mereda pada perdagangan hari ini.