aiotrade, JAKARTA — Gletser di Swiss mencatat penurunan yang signifikan dalam 12 bulan terakhir. Berdasarkan data pemantauan terbaru, gletser tersebut mengalami pengurangan volume es terbesar keempat sepanjang sejarah. Laporan tahunan GLAMOS dan Komisi Cryosphere Swiss menunjukkan bahwa musim dingin dengan sedikit salju, khususnya di bagian timur laut Pegunungan Alpen, diikuti oleh gelombang panas pada Juni, menyebabkan gletser di wilayah tersebut kehilangan sekitar 3% dari total massa esnya.
“Ini jumlah yang sangat besar,” kata Matthias Huss, Direktur GLAMOS. Ia mengungkapkan hal ini dalam laporan yang mencakup periode tahun hidrologi Oktober–September, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meskipun pencairan es kali ini tidak seburuk 2022 dan 2023, ketika gletser Swiss kehilangan masing-masing 5,9% dan 4,4% massanya, tren penurunan yang konsisten semakin jelas terlihat. Menurut Huss, satu dekade terakhir menjadi periode terburuk bagi gletser di Swiss, dengan seperempat volume hilang sejak 2015. Ia menyampaikan hal ini kepada Reuters dalam kunjungan ke Gletser Rhone di Valais, yang dulunya merupakan gletser terbesar di Eropa pada Zaman Es, tetapi kini terus menyusut dengan rata-rata kehilangan ketebalan sekitar 1,5 meter hanya dalam setahun.
GLAMOS mencatat sekitar 100 gletser di Swiss telah lenyap antara 2016 hingga 2022. Mereka memperkirakan bahwa sebagian besar gletser bisa hilang sepenuhnya pada akhir abad ini. “Sayangnya, tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan gletser. Mereka akan terus berkurang bahkan jika iklim distabilkan hari ini,” kata Huss.
Namun, ia menambahkan, jika emisi karbon dioksida global berhasil ditekan hingga nol dalam 30 tahun mendatang, maka sekitar 200 gletser Swiss yang berlokasi di ketinggian tinggi masih bisa diselamatkan. Gletser yang berada di bawah ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut menjadi yang paling terdampak tahun ini. Gletser Silvretta di timur laut Swiss, yang sebelumnya tergolong sehat, mengalami pencairan besar setelah wilayah itu mengalami curah salju terendah sejak pengukuran dimulai sekitar 100 tahun lalu.
Huss juga memperingatkan bahwa penyusutan gletser dapat memicu ketidakstabilan gunung, yang meningkatkan risiko longsoran batu dan es. Salah satu contohnya adalah runtuhnya gletser yang menghancurkan desa Blatten di Valais pada Mei tahun ini.
Penyebab Utama Penyusutan Gletser
Beberapa faktor utama yang menyebabkan penyusutan gletser di Swiss meliputi:
- Musim dingin dengan sedikit salju – Khususnya di bagian timur laut Pegunungan Alpen, musim dingin yang tidak cukup salju mengurangi cadangan es.
- Gelombang panas pada Juni – Suhu yang ekstrem pada awal musim panas mempercepat proses pencairan es.
- Perubahan iklim jangka panjang – Perubahan suhu global yang terus berlangsung memengaruhi kondisi gletser secara keseluruhan.
Dampak Penyusutan Gletser
Penyusutan gletser memiliki dampak yang luas, baik secara lingkungan maupun sosial. Beberapa di antaranya adalah:
- Ketidakstabilan gunung – Pencairan es dapat menyebabkan longsoran batu dan es, yang berpotensi membahayakan penduduk dan infrastruktur.
- Kurangnya pasokan air – Gletser berperan sebagai sumber air alami, dan pencairannya dapat mengganggu pasokan air di daerah-daerah yang bergantung padanya.
- Kehilangan keanekaragaman hayati – Perubahan iklim dan pergeseran ekosistem dapat mengancam spesies yang bergantung pada lingkungan gletser.
Upaya Penyelamatan Gletser
Meskipun tantangan besar, beberapa upaya dapat dilakukan untuk memperlambat proses penyusutan gletser:
- Pengurangan emisi karbon dioksida – Jika emisi global dapat ditekan hingga nol dalam 30 tahun, sejumlah gletser di ketinggian tinggi masih memiliki peluang untuk bertahan.
- Pemantauan dan penelitian lebih lanjut – Data yang akurat dan terkini dapat membantu pemerintah dan ilmuwan merancang strategi perlindungan yang lebih efektif.
- Edukasi masyarakat – Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.