Ancaman Trump Terbaru terhadap Hamas Jika Gencatan Senjata Gaza Dipecahkan

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Ancaman Trump Terbaru terhadap Hamas Jika Gencatan Senjata Gaza Dipecahkan

Washington DC, aiotrade

Pernyataan Keras Presiden Trump terhadap Hamas

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan tajam kepada kelompok Hamas pada Senin (20/10/2025). Ia menegaskan bahwa jika Hamas kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza dengan Israel, mereka akan "dibasmi". Namun, Trump tetap memberi ruang bagi Hamas untuk mematuhi perjanjian yang berlaku saat ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam wawancara dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Gedung Putih, Trump mengatakan: “Kami membuat kesepakatan dengan Hamas bahwa mereka akan bersikap sangat baik, mereka akan berperilaku baik, dan mereka akan bersikap baik.” Ia menambahkan, “Dan jika tidak, kami akan pergi dan membasmi mereka, jika perlu. Mereka akan dibasmi, dan mereka tahu itu.”

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertempuran kembali meletus di Gaza akhir pekan lalu, yang memicu kekhawatiran tentang kemungkinan runtuhnya gencatan senjata yang sebelumnya ditengahi oleh Trump hampir dua minggu sebelumnya. Israel menuduh Hamas menunda penyerahan jenazah sandera dan melakukan serangan yang mengancam kestabilan kesepakatan damai.

Tidak Ada Partisipasi Langsung Pasukan Militer AS

Trump menegaskan bahwa pasukan militer AS tidak akan terlibat langsung dalam konflik melawan Hamas. Namun, ia menyatakan bahwa puluhan negara telah sepakat untuk bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional di Gaza. Menurutnya, para negara tersebut akan senang masuk ke wilayah tersebut.

“Selain itu, Israel akan masuk dalam dua menit, jika saya meminta mereka masuk. Tapi saat ini, kami belum mengatakan itu. Kami akan memberinya sedikit kesempatan, dan semoga pertempurannya akan sedikit berkurang,” ujar Trump.

Menurut analisis Trump, Hamas kini berada dalam posisi lebih lemah setelah kehilangan dukungan regional, termasuk dari Iran. Hal ini terjadi setelah serangkaian serangan yang dilancarkan AS dan Israel sepanjang tahun ini.

Dukungan Regional yang Menghilang

“Mereka tidak lagi mendapat dukungan dari siapa pun. Mereka harus baik, dan jika mereka tidak baik, mereka akan dibasmi,” tegas Trump.

Setelah pernyataan tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan bertolak ke Israel. Ia bergabung dengan dua utusan tinggi AS lainnya yang telah lebih dulu berada di sana. Menurut kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan penasihat senior sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, telah bertemu Netanyahu pada Senin untuk membahas perkembangan terbaru di kawasan.

JD Vance dan istrinya, Usha, juga dijadwalkan menemui Netanyahu dalam kunjungan tersebut. Keduanya berangkat dari Washington tanpa memberikan pernyataan kepada awak media.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan