Pemkot Semarang Mulai Persiapkan Kebijakan Ekonomi Tahun 2026
Pemerintah Kota Semarang sedang mempersiapkan arah kebijakan ekonomi untuk tahun 2026. Untuk itu, pihaknya mengundang seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan rencana pembangunan kota yang lebih berkelanjutan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam forum diskusi yang diadakan bersama akademisi, pelaku usaha, praktisi, dan berbagai unsur masyarakat, Agustina menekankan pentingnya menyatukan pandangan untuk menentukan langkah strategis kota pada tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari forum ini adalah agar setiap stakeholder dapat bersiap untuk bersinergi dan membangun Kota Semarang secara bersama-sama.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita ingin tahu bagaimana Semarang akan terlihat pada tahun 2026. Dengan begitu, semua pihak bisa bersiap untuk bekerja sama dalam membangun kota ini," ujarnya seusai menghadiri Outlook Ekonomi Kota Semarang 2026 yang digelar di salah satu hotel, Selasa (9/12/2025).
Agustina juga menyampaikan bahwa Pemkot Semarang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp700 miliar untuk prioritas pembangunan pada tahun 2026. Anggaran tersebut difokuskan pada dua sektor utama, yaitu ketahanan pangan dan lingkungan hidup, khususnya pengendalian banjir.
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp500 miliar dialokasikan untuk infrastruktur pengendalian banjir dan rob serta penataan pemukiman yang dinilai masih belum tertata dengan baik. Sementara itu, Rp200 miliar disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk stabilisasi harga di pasar-pasar serta pengembangan konsep pangan hijau.
Terkait wacana pengembangan ekonomi hijau, Agustina menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. "Jika kita ingin Semarang lebih hijau, ekonomi hijau, itu tidak bisa dilakukan sendiri. Maka kita perlu mengumpulkan semua stakeholder untuk bekerja sama," ujarnya.
Forum diskusi ini bertujuan menyelaraskan gagasan antara pemerintah dan seluruh pihak terkait. Hasil pembahasan akan dirumuskan lebih detail oleh Penjabat Sekda Kota Semarang dalam bentuk paparan teknis. Agustina menekankan bahwa keputusan teknis terkait anggaran dan kebijakan 2026 akan ditentukan berdasarkan pertemuan berbagai pendapat dalam forum tersebut.
"Bertemunya semua pendapat itu nanti yang akan menentukan detail teknis dari pelaksanaan anggaran maupun kebijakan di tahun 2026," imbuhnya.
Penguatan Peran Masyarakat dalam Pembangunan
Sementara itu, DPRD Kota Semarang mendorong penguatan peran masyarakat, instansi, dan seluruh pihak terkait dalam mengawasi dan mendukung pengelolaan sampah di kota ini. Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan bahwa masyarakat dapat mengambil bagian dalam program tersebut sekaligus membantu DPRD dalam melakukan pengawasan dan pemantauan.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan fokus pembangunan Kota Semarang pada tahun 2025, yaitu pengelolaan sampah. "Tahun 2025 ini kita sudah mengesahkan Perda tentang pengelolaan sampah. Nah, kalau sudah kita buat Perda pasti di dalamnya ada sanksi. Nah, kita sudah mulai butuh penegakan," kata Anang pada Outlook Ekonomi Semarang 2026, Selasa (9/12/2025).
Ia menambahkan bahwa penanganan sampah yang tidak benar dapat berdampak serius, mulai dari hulu hingga hilir sungai, bahkan menjadi penyebab banjir di beberapa daerah. Anang menegaskan, pihaknya mendorong pembuatan Peraturan Walikota (Perwal) untuk menegakkan disiplin pengelolaan sampah.
"Kami minta nanti secepatnya Wali Kota untuk bisa membuat Perwal-nya. Ini biar penegakan-penegakan disiplin terhadap pengelolaan sampah atau pembuangan sampah yang tidak benar ini nanti ada sanksi," tegasnya.
Di sisi lain, dalam Outlook Ekonomi Kota Semarang 2026, pihaknya juga menyoroti arah pembangunan ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Anang menjelaskan bahwa konsep ekonomi hijau menjadi fokus utama, terutama terkait pengelolaan kendaraan operasional dan transportasi publik.
"Misalnya kita pengadaan kendaraan, ini yang masih menggunakan full BBM. Isunya tahun 2060 nanti bahan bakar minyak sudah enggak ada, sudah habis, sehingga di 2060 isunya konsepnya sudah tidak ada mobil yang berbahan bakar minyak. Makanya ke depan 2060 itu kendaraan mesti berbasis listrik. Nah, sekarang ini 2025, 2026, berarti sudah mulai mengarah ke hybrid," terangnya.
Selain itu, lanjutnya, sistem transportasi publik seperti BRT (Bus Rapid Transit) dan feeder-nya juga menjadi perhatian. Ia menyebut, meskipun jadwal operasional sudah diatur, masyarakat masih mengeluhkan perilaku pengemudi yang mengejar setoran.
DPRD menekankan pentingnya pengawasan untuk memastikan pengemudi mematuhi jadwal dan menjaga profesionalisme, termasuk standar berpakaian dan etika berkendara. "Padahal mestinya kan mereka sudah enggak perlu mikir setoran, karena jamnya sudah kita tentukan. Tapi sekali lagi, ini tantangan-tantangan di Kota Semarang. Makanya kita secara bertahap nanti ada koridor-koridor sudah menggunakan listrik sehingga tidak muncul polusi-polusi sehingga lingkungan hidupnya ini bisa terjaga," terangnya.
Anang juga menekankan, program ekonomi hijau di 2026 meliputi pengelolaan sampah hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, termasuk pengadaan truk sampah dan sarana prasarana pendukung. Selain itu, penataan tata ruang di daerah konservasi seperti Gunungpati, Mijen, Banyumanik, dan Tembalang harus lebih disiplin untuk mencegah eksploitasi berlebihan perumahan.
"Jadi tata ruangnya ini kita minta untuk dikencengi. Di satu sisi juga tadi pengelolaan sampah," katanya. "Nah, sekarang tinggal partisipasi masyarakat. Jadi Pemerintah juga jangan sampai gagap, jangan sampai ketinggalan," imbuhnya.
