Anggota DPRD Banyuwangi: Siswa Keluhkan Bau di Menu MBG Sebelum Keracunan

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 21x dilihat
Anggota DPRD Banyuwangi: Siswa Keluhkan Bau di Menu MBG Sebelum Keracunan


BANYUWANGI, aiotrade.app
Beberapa siswa di SMA NU Gombengsari sempat mengeluhkan bau pada menu makan bergizi gratis (MBG) sebelum insiden keracunan terjadi. Informasi ini diperoleh oleh anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zamroni, saat melakukan sidak di sekolah tersebut. Pihak sekolah menyatakan bahwa akibat insiden tersebut, 9 siswa harus dilarikan ke puskesmas terdekat, sementara satu siswa dan satu guru dilarikan ke RSUD Blambangan.

Kejadian serupa juga terjadi di SMPN 3 Kalipuro, di mana sebanyak 20 siswa dan dua guru mengalami gejala seperti mulas dan diare. Meskipun demikian, mereka hanya diobati secara mandiri tanpa perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Zamroni menyampaikan bahwa di SMA NU Gombengsari, beberapa siswa menulis bahwa ayam dalam menu MBG memiliki bau yang tidak biasa. Sementara itu, di SMPN 3 Kalipuro, guru-guru mengatakan bahwa bumbu kare dari menu ayam tersebut juga berbau.

Seorang guru dari SMPN 3 Kalipuro, Mahmud Hamzah, membenarkan bahwa anak-anaknya sempat mengeluhkan bau basi pada menu MBG. Bahkan, pihak guru sendiri juga mencium adanya bau tersebut. Karena hal ini, sebagian dari siswa enggan memakan MBG yang disajikan.

"Anak-anak mengeluh ada makanan yang basi, tapi beberapa di antaranya mungkin karena lapar, jadi tetap memakan makanan tersebut," ujar Mahmud Hamzah, wali kelas 7A.

Menurut dia, kemungkinan besar makanan kare ayam tersebut dimasak terlalu dini hingga melebihi batas toleransi waktu ketika disajikan kepada siswa. Ia menjelaskan bahwa masakan bersantan memang tidak tahan lama.

Sekolah telah mengambil langkah pencegahan dengan memberikan MBG sebelum jam pelajaran dimulai, yaitu sekitar pukul 07.30 WIB, untuk menghindari menu MBG dimasak malam hari.

"Kami mendapatkan MBG hampir satu bulan. Selama ini biasanya menunya ayam goreng, bumbu merah atau bumbu kecap, paling sering telur. Ini baru pertama kali menu bersantan," katanya.

Atas keluhan bau tersebut, pihak sekolah telah berkomunikasi dengan petugas distribusi MBG. Mereka menyatakan bahwa petugas dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) akan datang ke sekolah tersebut pada hari Senin (27/10/2025).

Kepala SPPG, Mahmud, berharap agar penanggung jawab dapat memahami bahwa menu tersebut adalah masakan yang tidak banyak disukai anak-anak. Ia menegaskan bahwa proses memasak harus dilakukan secara steril dan jangan terlalu lama atau terlalu malam agar makanan tidak menjadi basi ketika sampai ke siswa.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan