Angin Segar untuk Warga, PUPR Gorontalo Rencanakan Jalan Toluwa-Tapa

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Angin Segar untuk Warga, PUPR Gorontalo Rencanakan Jalan Toluwa-Tapa
Angin Segar untuk Warga, PUPR Gorontalo Rencanakan Jalan Toluwa-Tapa

Pemerintah Gorontalo Akan Perbaiki Jalan Toluwaya-Ayula-Tapa

Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan Toluwaya-Ayula-Tapa di Kabupaten Bone Bolango. Jalan ini sering menjadi keluhan masyarakat akibat kondisi yang rusak dan berlubang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo, Aries Ardianto, menyampaikan hal tersebut saat hadir dalam Tribun Podcast, Sabtu (25/10/2025). Ia menjelaskan bahwa ruas jalan ini memiliki nama resmi Gorontalo-Tapa-Atingola. Menurutnya, perbaikan akan dilakukan tahun depan dan ia meminta warga untuk sedikit bersabar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Secara teknis ada, secara diskresi juga harus ada. Ruas ini namanya Gorontalo-Tapa-Atingola," ujarnya. Meski begitu, ia mengakui adanya pembatasan anggaran transferan dari pusat ke daerah. Sehingga perbaikan hanya mencakup pemeliharaan di beberapa titik.

Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat dan terhubung dengan Jalan Outer Ring Road (GORR). Akibat adanya jalur GORR, mobil-mobil besar kini melalui jalur tersebut, sehingga menyebabkan kerusakan pada jalan.

"Kita tahu bersama dengan terbukanya GORR ruas ini terjadi kontraksi yang luar biasa. Dulunya kontener, dump truck yang di atas 10 ton tidak akan lewat sini. Tapi karena ada akses GORR sehingga jalan ini terbebani," jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan memprioritaskan perbaikan jalan tersebut. "Kita akan mengupayakan tanpa mengesampingkan program strategis bapak Gubernur dan Wakil Gubernal Gorontalo," tegasnya.

Kondisi Jalan yang Mengkhawatirkan

Sebelumnya, jalan yang berada di Desa Toluwaya Kecamatan Bulango Timur dan Ayula Kecamatan Bulango Selatan tampak banyak lubang besar dan permukaan jalan tidak rata. Pantauan Tribun Gorontalo, Sabtu (18/10/2025), menunjukkan bahwa jalan ini cukup ramai dilalui warga dari berbagai kecamatan.

Namun, kondisi aspal yang rusak dan berlubang membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terutama pada pagi dan sore hari saat lalu lintas padat. Di beberapa titik, lubang jalan tampak besar dan dalam. Saat hujan turun, genangan air menutupi lubang sehingga pengendara sering tidak menyadari kondisi jalan di depannya.

Beberapa warga mengeluh tentang kondisi jalan yang sudah alami kerusakan cukup lama namun belum ada tanda-tanda perbaikan. Steven Giu, warga Bulango Utara, mengatakan:

"Jalan rusak sudah cukup lama namun belum ada tindakan. Lubangnya makin besar dan dalam."

Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak parah sering membuat kendaraannya mengalami gangguan. Ban motor sering selip, bahkan beberapa kali hampir jatuh karena jalan yang tidak rata.

Sofyan Yusuf, warga Kecamatan Bulango Timur, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia menilai jalan di kawasan Bulango Selatan seharusnya menjadi prioritas perbaikan karena menjadi jalur utama penghubung antar kecamatan.

"Jalan ini ramai sekali. Banyak anak sekolah, pedagang, dan pegawai lewat sini setiap hari," ujarnya.

Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Beberapa kali, katanya, ia melihat pengendara hampir bertabrakan karena menghindari lubang di tengah jalan.

Upaya Warga dan Harapan ke Pemerintah

Warga sekitar beberapa kali mencoba menimbun lubang dengan batu dan tanah agar bisa dilalui lebih aman. Namun upaya itu hanya bertahan sementara, karena timbunan tersebut kembali tergerus air hujan.

"Kadang saya lihat warga di sini sering gotong royong menutup lubang, tapi kalau hujan sedikit langsung rusak lagi," kata Sofyan.

Opi, warga lainnya, menilai kerusakan jalan ini mulai berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Pengendara becak motor dan pedagang keliling mengeluh karena kendaraan mereka sering rusak setelah melewati jalan tersebut.

"Yang pakai bentor paling susah, karena kalau kena lubang bisa patah rangka. Mereka sering ngeluh juga," ucapnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin meluas dan membahayakan pengguna jalan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan