Angka kemiskinan Kota Tasikmalaya turun, tapi kenyataan di lapangan tetap mengkhawatirkan

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Angka kemiskinan Kota Tasikmalaya turun, tapi kenyataan di lapangan tetap mengkhawatirkan
Angka kemiskinan Kota Tasikmalaya turun, tapi kenyataan di lapangan tetap mengkhawatirkan

Penurunan Angka Kemiskinan di Kota Tasikmalaya

Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya mengalami penurunan sebesar 0,26% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, setelah menghadiri rapat koordinasi dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) pada Selasa, 16 Desember 2025.

Diky menjelaskan bahwa jumlah penduduk miskin di Kota Tasikmalaya pada tahun 2025 mencapai 75.220 orang atau sekitar 10,84%. Angka ini menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dilakukan sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah yang berlaku hingga tahun 2029.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui berbagai program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hingga tanggal 28 November 2025, dari total anggaran penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 135.494.062.383, telah terealisasi sebesar Rp 110.484.069.239 atau sekitar 81,54%.

”Kita terus mengoptimalkan efektivitas pelaksanaan program dan penggunaan anggaran sesuai dengan rencana penanggulangan kemiskinan daerah (RPKD) serta rencana aksi tematik kemiskinan tahun 2025,” ujarnya.

Kondisi Masyarakat yang Masih Mengalami Kesulitan

Meskipun angka kemiskinan turun, masih banyak warga miskin di Kota Tasikmalaya yang belum tersentuh oleh bantuan pemerintah. Banyak dari mereka hidup tanpa jaminan makanan, perawatan kesehatan yang layak, serta perlindungan sosial yang seharusnya diberikan negara.

Salah satu contohnya adalah Mak Oneng (70), seorang warga Kampung Pangkalan, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi. Ia telah tiga tahun terbaring di atas kasur akibat penyakit lumpuh yang dideritanya. Mak Oneng tinggal di rumah kontrakan bersama anaknya yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas. Untuk memenuhi kebutuhan harian, ia hanya mengandalkan bantuan dari tetangganya.

Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berupaya untuk memperbaiki kondisi masyarakat yang kurang mampu. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memastikan realisasi anggaran penanggulangan kemiskinan berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, dana yang dialokasikan dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk memperluas cakupan bantuan sosial agar lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya. Program-program yang ada diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah-wilayah terpencil atau kurang mendapat perhatian.

Tantangan yang Masih Ada

Meski angka kemiskinan menurun, tantangan tetap ada. Banyak keluarga yang belum terjangkau oleh program bantuan yang ada. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat untuk memastikan bahwa semua warga dapat merasakan manfaat dari program penanggulangan kemiskinan.

Pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program agar dapat diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Dengan begitu, target penurunan angka kemiskinan dapat tercapai secara berkelanjutan.

Peran Masyarakat dalam Membangun Kota yang Lebih Baik

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam membangun Kota Tasikmalaya yang lebih baik. Dengan kesadaran akan pentingnya gotong royong, masyarakat dapat saling membantu sesama yang kurang mampu. Dengan demikian, tidak hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tetapi seluruh lapisan masyarakat juga harus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sejahtera.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan