
aiotrade, JAKARTA — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2026, yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh berbagai faktor positif yang sedang terjadi di tingkat global maupun nasional.
Menurut Anindya, kondisi geopolitik global yang semakin stabil menjadi salah satu pendorong utama. Hubungan antara dua negara besar, Amerika Serikat dan Tiongkok, diprediksi akan menunjukkan peningkatan kerja sama dan keharmonisan. Ia menjelaskan bahwa pertemuan antara pemimpin kedua negara tersebut akan berjalan lebih baik dan membawa dampak positif bagi stabilitas ekonomi global.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, inflasi yang dapat dikendalikan dengan baik juga menjadi faktor penting. Penurunan suku bunga acuan yang diperkirakan akan terjadi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan adanya insentif-inisiatif tersebut, masyarakat akan lebih percaya diri dalam melakukan pengeluaran dan investasi.
Dalam acara BIG 40 Conference 2025 yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (8/12/2025), Anindya menjelaskan sejumlah sektor usaha yang diproyeksikan akan tumbuh pesat pada 2026. Beberapa sektor unggulan yang diprediksi akan berkembang adalah sektor yang didukung oleh program pemerintah dan konsumsi domestik. Contohnya adalah sektor pariwisata, yang akan mengalami peningkatan karena permintaan yang tinggi dari masyarakat lokal maupun wisatawan asing.
Selain itu, sektor yang memanfaatkan kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa hingga Kanada juga diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan. Sejumlah industri seperti tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik akan menjadi prioritas. Menurut Anindya, sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk berkembang karena permintaan pasar yang stabil.
Sektor lain yang akan mendapat dorongan adalah sektor hilirisasi mineral, yang didukung oleh insentif dan deregulasi dari pemerintah. Di bidang energi terbarukan, teknologi yang semakin berkembang dan efisien juga mulai memiliki pangsa pasar yang signifikan.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04% pada kuartal III/2025. Seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan positif, dengan konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 53,14%.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 4,89%, menunjukkan bahwa masyarakat masih aktif dalam melakukan pengeluaran. Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap pembentukan PDB sebesar 29,09%. Investasi sendiri berkontribusi sebesar 23,64% terhadap PDB kuartal III/2025 dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,91%.
Konsumsi pemerintah juga memberikan kontribusi sebesar 7,17%, dengan pertumbuhan sebesar 5,49%. Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) berkontribusi 1,29%, dengan pertumbuhan 4,28%. Namun, impor memberikan kontribusi negatif sebesar -20,17% terhadap pembentukan PDB, meskipun pertumbuhan impornya mencapai 1,18%.