Antisipasi Hujan dan Angin Kencang, DLHK Mamuju Kewalahan: Satu-satunya Mobil Crane Sudah Tua

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Antisipasi Hujan dan Angin Kencang, DLHK Mamuju Kewalahan: Satu-satunya Mobil Crane Sudah Tua
Antisipasi Hujan dan Angin Kencang, DLHK Mamuju Kewalahan: Satu-satunya Mobil Crane Sudah Tua

Pemangkasan Pohon di Jalan Protokol Mamuju untuk Antisipasi Musim Hujan

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tengah melakukan pemangkasan dan penebangan pohon di ruas jalan protokol. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan dan potensi angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan warga.

Kegiatan pemangkasan pohon terpantau berlangsung pada Rabu (12/11/2025), dengan DLHK mengerahkan dua armada untuk menunjang pekerjaan tersebut. Salah satunya adalah satu unit mobil crane yang digunakan untuk menjangkau ketinggian pohon. Selain itu, satu unit truk juga disiapkan untuk mengangkut ranting dan batang pohon yang sudah dipangkas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Mamuju, Marseani, menjelaskan bahwa intensitas pemangkasan pohon saat ini meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya dilakukan untuk mengantisipasi bencana alam, tetapi juga karena beberapa pohon terkena dampak proyek pengerjaan jalan.

"Selain antisipasi musim hujan dan angin kencang, kami juga menebang pohon yang terkena proyek pengerjaan jalan," ujar Marseani saat ditemui di Jl H Abd Malik Pettana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, saat ini ada banyak permintaan pemangkasan pohon dari masyarakat maupun hasil pantauan internal DLHK yang dianggap berbahaya. Daftar antrean permohonan ini sangat panjang, sehingga memperberat beban kerja DLHK.

"Banyak yang antre. Itu ada yang dari permintaan warga, dan dari pantauan kami yang kami anggap berbahaya," jelasnya.

Namun, di tengah tingginya permintaan dan urgensi pekerjaan, DLHK Mamuju menghadapi kendala serius, terutama dalam hal keterbatasan alat berat. Marseani mengungkapkan bahwa DLHK saat ini hanya mengandalkan satu unit mobil crane untuk seluruh kegiatan pemangkasan.

Ironisnya, mobil crane yang vital tersebut sudah berusia tua dan sering mengalami kerusakan. "Bisa dibilang mobil ini sudah tua. Keluaran 2008. Makanya ketika sudah dipakai biasa rusak. Kemarin lima bulan di bengkel," katanya.

Kendala Utama dalam Operasi Pemangkasan

Perlu diketahui bahwa mobil crane yang digunakan oleh DLHK Mamuju merupakan satu-satunya alat berat yang tersedia untuk kegiatan pemangkasan pohon. Alat ini sering kali mengalami gangguan teknis, sehingga menyebabkan penundaan operasi. Dampaknya, proses pemangkasan tidak bisa berjalan optimal sesuai target.

Selain itu, keterbatasan jumlah alat berat membuat DLHK harus lebih teliti dalam menentukan prioritas pemangkasan. Beberapa titik yang dianggap berbahaya harus segera ditangani, sementara yang lainnya mungkin tertunda.

Upaya Penyelesaian Masalah

Meskipun menghadapi kendala, DLHK Mamuju tetap berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Pihak dinas terus berkoordinasi dengan warga dan instansi terkait untuk memastikan keamanan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Marseani menegaskan bahwa DLHK akan terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan alat berat. Namun, hingga saat ini, mereka masih bergantung pada satu unit mobil crane yang kondisinya kurang memadai.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan