
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa Pemprov DKI telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi banjir yang sering terjadi selama musim hujan. Ia menekankan bahwa pihaknya terus berupaya meminimalisir risiko banjir dengan berbagai strategi yang dijalankan secara berkala.
Pramono menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengerukan sungai selama dua hingga tiga bulan terakhir. Selain itu, juga dilakukan persiapan pompa air sebagai alat bantu dalam mengatasi genangan air. Sekarang ini sudah hampir 2-3 bulan kami melakukan pengerukan terus-menerus. Dan juga penyiapan pompa, ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini sekitar 600 pompa stasioner telah dipasang di berbagai titik di Jakarta. Selain itu, pemerintah juga memiliki pompa bergerak yang bisa digunakan untuk menangani genangan air di lokasi lain yang membutuhkan perhatian khusus.

Mantan Seskab ini merincikan klasifikasi banjir yang ada di Jakarta menjadi tiga jenis. Pertama adalah banjir lokal, yang terjadi karena aliran sungai tersumbat akibat sampah. Jenis ini sering terjadi di wilayah-wilayah kecil atau daerah dengan drainase yang tidak optimal.
Jenis kedua adalah banjir kiriman dari wilayah lain. Pramono menjelaskan bahwa banjir jenis ini terjadi ketika air dari luar Jakarta masuk ke wilayah ibu kota. Kiriman tanpa menyalahkan siapa pun karena ini memang keadaan alam, ujarnya.

Sedangkan jenis ketiga adalah banjir rob, yang terjadi ketika air pasang bersamaan dengan hujan dan banjir kiriman. Menurut Pramono, banjir jenis ini merupakan yang paling berat dan memerlukan penanganan yang ekstra hati-hati. Itu lah yang perlu penanganan yang ekstra hati-hati, kata dia.
Pramono menambahkan bahwa saat ini proses penanganan banjir di Jakarta berjalan cukup cepat. Ia menyatakan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menangani banjir tidak lebih dari 6 jam. Alhamdulilah di Jakarta sekarang ini kalau ada yang seperti itu mudah-mudahan nggak lebih dari 3-6 jam sudah bisa disalurkan, ucapnya.