Antisipasi Inflasi, Pemda DIY Atur Menu Makanan Bergizi Gratis

admin.aiotrade 16 Des 2025 2 menit 13x dilihat
Antisipasi Inflasi, Pemda DIY Atur Menu Makanan Bergizi Gratis
Antisipasi Inflasi, Pemda DIY Atur Menu Makanan Bergizi Gratis

Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Harga Pangan di DIY

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan harga komoditas pangan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan tekanan inflasi, terutama karena peningkatan permintaan yang rutin dan terus-menerus.

Penyebab Kenaikan Harga Komoditas Pangan

Berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, beberapa komoditas seperti cabai, bawang merah, dan telur mengalami kenaikan harga. Namun, kondisi pasar tradisional tidak menunjukkan peningkatan animo pembelian yang signifikan. Justru, pasar cenderung sepi, tetapi harga kulakan meningkat. Hal ini menunjukkan adanya faktor permintaan lain di luar konsumsi masyarakat sehari-hari.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Eling Priswanto, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY, faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai dan bawang merah karena berdampak pada penurunan produksi. Namun, untuk komoditas seperti telur, tambahan permintaan dari program MBG turut memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan.

Dampak pada Produsen

Peningkatan permintaan dari program MBG juga mulai terasa di tingkat produsen. Salah satunya adalah PT Janu Putro, perusahaan peternakan telur ayam di Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Dengan kapasitas produksi sekitar 1,2 ton telur per hari, produksi perusahaan tersebut kini dapat terserap sepenuhnya setelah program MBG berjalan.

Eling menyatakan bahwa meskipun MBG mendorong perputaran ekonomi, risiko kenaikan harga yang berlebihan harus diwaspadai agar tidak berujung pada tekanan inflasi.

Langkah Mengantisipasi Risiko Inflasi

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemda DIY menilai pengaturan variasi menu harian di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi langkah krusial. Variasi menu diharapkan dapat menyebar permintaan ke berbagai komoditas sehingga tidak menumpuk pada bahan pangan tertentu di hari yang sama.

Eling menjelaskan bahwa jika dalam satu hari di beberapa kabupaten seperti Bantul, Sleman, dan Kulon Progo, menu MBG sama—misalnya lauknya telur semua atau daging semua—itu akan mendorong lonjakan permintaan pada komoditas yang sama secara bersamaan. Kondisi seperti ini sangat berpotensi memicu inflasi.

Tindakan Pemda DIY

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, Pemda DIY telah membentuk Satuan Tugas MBG dan Kelompok Kerja (Pokja) MBG. Kedua lembaga ini diharapkan mampu mengoordinasikan perencanaan menu, pengadaan bahan baku, hingga pelaksanaan teknis MBG agar lebih terukur.

Dengan adanya satgas dan pokja, Pemda DIY berharap tata kelola MBG ke depan bisa lebih rapi dan manfaatnya lebih optimal bagi masyarakat. Di saat yang sama, risiko terhadap inflasi bisa ditekan. Pola ini juga didorong untuk ditindaklanjuti di tingkat kabupaten dan kota.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan