Antisipasi Serangan Siber, ICDX Kuatkan Keamanan Data

admin.aiotrade 24 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Antisipasi Serangan Siber, ICDX Kuatkan Keamanan Data

Komitmen ICDX dan ICH dalam Memperkuat Keamanan Data

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dan Indonesia Clearing House (ICH) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat keamanan data. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyesuaikan standar sertifikasi ISO 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Sertifikasi ini diperoleh melalui kerja sama dengan SGS Indonesia, sebuah lembaga sertifikasi internasional.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Untuk ICH, sertifikasi ISO 27001:2022 merupakan peningkatan dari versi sebelumnya, yaitu ISO 27001:2015 yang telah diraih pada tahun 2020. Dengan adanya sertifikasi ini, kedua institusi tersebut menunjukkan keseriusan dalam menjaga keamanan informasi dan data yang menjadi inti dari operasional bisnis mereka.

ICDX dan ICH berada dalam satu ekosistem perdagangan berjangka komoditi dan derivatif. Di mana ICDX bertindak sebagai bursa, sedangkan ICH berperan sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi. Hal ini membuat keduanya saling terkait dalam menjaga keamanan data dan transaksi yang terjadi di pasar.

Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, menjelaskan bahwa sertifikasi ISO 27001:2022 merupakan bentuk komitmen untuk senantiasa menjaga keamanan data dan informasi dalam tingkat maksimal. Dengan maraknya serangan siber, sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam pengamanan data.

“Kami yang berada dalam ekosistem perdagangan berjangka komoditi, tentunya terdapat banyak data baik itu transaksi maupun data-data lain yang menyangkut perdagangan di Bursa, dan kami melihat data-data tersebut adalah aset penting yang harus dijaga,” ujar Fajar dalam keterangan resminya.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi seperti pemanfaatan cloud computing dan remote work juga menjadi dasar atas sertifikasi ini. Fajar menegaskan bahwa aspek keamanan data telah menjadi bagian penting dalam proses bisnis yang ada.

“Namun lebih dari itu implementasi ISO 27001:2022 adalah bentuk komitmen kami meningkatkan kualitas ekosistem perdagangan berjangka komoditi dan derivatif di Indonesia,” tambahnya.

Waras Putri Andrianti, Director Business Assurance PT SGS Indonesia, mengatakan bahwa di era digital, keamanan informasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ancaman siber terus meningkat, dan kebocoran data dapat merusak reputasi serta kepercayaan pelanggan.

ISO 27001:2022 hadir sebagai standar global yang memastikan perusahaan memiliki sistem manajemen keamanan informasi yang kuat dan terstruktur. Sebagai lembaga sertifikasi internasional, SGS percaya bahwa penerapan ISO 27001:2022 bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi tentang membangun kepercayaan.

Sertifikasi ini membantu perusahaan untuk melindungi data sensitif dari risiko kebocoran, meminimalisir kebocoran informasi, serta memberikan komitmen keamanan informasi kepada mitra dan pelanggan.

“Ketika sebuah organisasi seperti ICDX dan ICH telah tersertifikasi ISO 27001:2022, manfaatnya meluas ke pihak eksternal serta stakeholder. Mereka mendapatkan komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan informasi serta transparansi dan pengurangan risiko bisnis dimana hal ini menciptakan ekosistem bisnis yang lebih aman dan berkelanjutan,” jelas Putri.

Standar ISO 27001:2022 dan Penerapannya

Seperti diketahui, ISO 27001 adalah standar internasional untuk Information Security Management System (ISMS) yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Standar ini menetapkan praktik dalam perlindungan data dan informasi, termasuk pengelolaan risiko keamanan, kontrol akses, enkripsi, serta perlindungan terhadap ancaman siber.

ISO 27001:2022 kini menjadi standar minimal yang saat ini wajib dimiliki oleh perusahaan yang memiliki basis teknologi. Standar ini menekankan pembaruan dan penyempurnaan pengelolaan risiko, seperti cyber security dan respons terhadap ancaman.

Dalam ISO 27001:2022 terdapat beberapa penekanan seperti:

  • Perlindungan data pribadi sesuai UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
  • Kontrol tambahan termasuk data masking dan threat intelligence.
  • Pendekatan cloud computing, remote work, dan kompleksitas ancaman keamanan modern.
  • Penguatan Data Leakage Prevention (DLP) dan Identity & Access Management.
  • Web filtering untuk mencegah akses ke situs berbahaya.

Dengan penerapan standar ini, ICDX dan ICH tidak hanya memenuhi persyaratan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan dari para pemangku kepentingan dan pelanggan. Hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekosistem perdagangan berjangka komoditi dan derivatif di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan