PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam sedang fokus pada pengembangan komoditas logam mulia perak. Hal ini terlihat dari tren kenaikan harga perak global yang mencapai 74,31% year to date (ytd). Perusahaan juga memperhatikan potensi besar dari logam ini dalam mengoptimalkan bisnisnya.
Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan bahwa Antam sebagai anggota dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) sedang menunggu kolaborasi dengan para penambang untuk dapat mengembangkan perak dan mendorong proses hilirisasi. Menurutnya, perak sejalan dengan emas yang biasanya juga ada dalam produksi Antam. Dengan demikian, Antam bisa berpartisipasi dalam mendorong hilirisasi logam mulia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Ya perak pada prinsipnya sejalan ya, karena yang emas Antam biasanya juga ada perak, dan kemudian kami bisa berpartisipasi dalam mendorong hilirisasi,” kata Handi usai acara Bullion Connect 2025 di Jakarta, dikutip Senin (17/11).
Berdasarkan data Yahoo Finance, harga perak spot pada Senin (17/11) pukul 08.05 WIB tercatat naik 0,10% ke level US$ 50,73 per ons. Meskipun demikian, logam mulia ini masih mempertahankan tren kenaikan mingguan dengan naik 1,11%. Harga perak bahkan sudah melonjak 74,31% secara year to date (ytd), dan dalam enam bulan terakhir harganya turut melesat 57,77%.
Sementara itu, berdasarkan data logam mulia Antam, harga perak kini bertengger di Rp 32.175 per gram. Sedangkan harga emas Antam sudah mencapai Rp 2,34 juta per gram. Ini menunjukkan bahwa Antam tetap menjadi salah satu penyedia logam mulia terpercaya di pasar Indonesia.
Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap belum berencana untuk membangun hilirisasi perak di RI. Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa menurutnya perak merupakan mineral yang ikut mineral pokok utama yang ditambang, seperti tembaga atau emas. Ia juga menyebut pergerakan harga perak cenderung mengikuti tren emas.
“Mineral pokok itu seperti apa? Bisa jadi tembaga, emas, dan lain sebagainya. Nah, otomatis, kalau misalnya ini (perak) secara spesifik, ya kami susah (untuk dipisahkan sendiri), kan mesti ada pengikut, nih,” kata Tri usai Minerba Convex 2025, Oktober 2025 lalu.
Lonjakan Laba Bersih Aneka Tambang
Apabila menilik kinerja keuangannya sepanjang Januari–September 2025, Antam meraup laba bersih hingga Rp 5,97 triliun hingga kuartal ketiga 2025. Torehan itu melonjak 171,4% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama sebelumnya Rp 2,20 triliun pada 2024. Adapun laba bersih per saham menjadi Rp 248,62.
Melonjaknya laba Antam sepanjang Januari–September 2025 ini ditopang oleh penjualan dalam segmen emas yang berkontribusi hingga 81%. Berdasarkan laporan keuangan, penjualan Antam melonjak 66,7% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 72,02 triliun dari sebelumnya Rp 43,20 triliun.
Volume penjualan emas naik 20% menjadi 34.164 kg (1.098.398 troy oz) dari 28.567 kg (918.450 troy oz) pada 9M24. Sementara produksi emas dari tambang Antam tercatat 590 kg (18.969 troy oz).
Sejalan dengan itu, EBITDA perusahaan pada periode 9 bulan pertama 2025 ikut naik signifikan 137% menjadi Rp 9,33 triliun, dibandingkan Rp 3,93 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.