
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin (15/12/2025), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melakukan perubahan signifikan dalam struktur direksi dan komisaris. Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan kelangsungan bisnis emas di tengah permintaan yang terus meningkat.
Salah satu perubahan utama adalah pengunduran diri Achmad Ardianto sebagai Direktur Utama ANTM, yang kemudian digantikan oleh Untung Budiharto. Untung Budiharto sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Selain itu, RUPSLB juga mengangkat Irwandy Arif sebagai Komisaris Utama ANTM, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Rauf Purnama. Irwandy Arif merupakan akademisi Tambang dan Energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Pengembangan Usaha Aneka Tambang I Dewa Wirantaya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Achmad Ardianto dan Rauf Purnama selama bekerja di ANTM. Manajemen perusahaan yakin bahwa jajaran pengurus baru akan membawa ANTM ke arah yang lebih baik.
"Kami optimistis bahwa susunan pengurus yang baru ini akan memperkuat soliditas manajemen, dan menjadi motor mengarahkan Antam dan terus tumbuh sebagai perusahaan pertambangan yang berdaya secara global dan tidak hanya mengejar profitabilitas, melainkan juga menjunjung tinggi prinsip dan kata kelolaan usaha yang baik," ujarnya dalam konferensi pers.
Di samping perubahan jajaran kepemimpinan, ANTM juga fokus pada pengelolaan cadangan emas. Saat ini, tambang emas Pongkor di Bogor, Jawa Barat, yang menjadi tulang punggung perusahaan, semakin mendekati fase pascatambang. Untuk menghadapi hal ini, ANTM memperkuat strategi pertumbuhan organik dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi lanjutan di Pongkor. Harapannya, umur tambang tersebut dapat diperpanjang hingga melewati tahun 2030.
"Kami aktif melakukan eksplorasi agresif untuk mengonversi sumber daya menjadi cadangan," kata Dewa.
Direktur Operasi dan Produksi Aneka Tambang Hartono menambahkan bahwa saat ini Tambang Pongkor memiliki total cadangan emas sekitar 5 ton atau setara 800.000 ton bijih emas dan sumber daya sekitar 2,6 juta ton bijih emas. Produksi dari Pongkor diproyeksikan masih akan berlangsung sampai 2027 nanti.
"Fokus utama kami adalah optimasi sumber daya agar keberlanjutan Pongkor tetap terjaga," imbuh dia.
Selain itu, ANTM juga menjajaki peluang untuk mengakuisisi perusahaan tambang baru. Upaya ini dapat dilakukan melalui dua skema, yakni penugasan pemerintah atau membeli saham minoritas di perusahaan patungan atau joint venture (JV) agar dapat dikonsolidasikan.
"Kami sudah melirik beberapa lokasi untuk ikut (akuisisi) di daerah internasional seperti di daerah Timur Tengah maupun Kazakhstan dan sebagainya," tambah Dewa.
Secara terpisah, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menyatakan bahwa dalam jangka pendek keputusan RUPSLB ANTM yang melakukan perubahan jajaran petinggi perusahaan akan cenderung berdampak netral atau wait and see di mata pelaku pasar.
Para investor biasanya baru akan bereaksi jika ada perkembangan arah strategi ANTM yang jelas baik dari sisi ekspansi, agenda hilirisasi, hingga belanja modal atau capital expenditure (capex).
"Latar belakang TNI bisa jadi isu negatif karena investor lebih fokus ke eksekusi bisnis dan kinerja," terang dia.
Wafi juga berpendapat, langkah ANTM yang mengoptimalisasi Tambang Emas Pongkor sembari merencanakan akuisisi tambang baru akan berdampak positif lantaran ada potensi perpanjangan usia tambang emas dan arus kas perusahaan bakal terus terjaga. Namun, tantangannya ada kualitas atau grade ore emas yang dieksplorasi, biaya investasi yang tinggi, dan perizinan.
"Proses akuisisi juga perlu hati-hati soal valuasi dan pendanaan agar tidak menekan neraca keuangan," tukas dia.
Wafi merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.800 per saham.