
aiotrade.app
, JAKARTA — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menunjukkan sikap yang jelas dan tegas dalam mendukung upaya perdamaian di wilayah Gaza. Ia menyatakan kesiapan negaranya untuk berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian PBB bersama dengan negara-negara lain, termasuk anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Pernyataan ini disampaikan Anwar saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pertemuan bilateral yang berlangsung pada sela-sela KTT Asean ke-47 di Kuala Lumpur, Minggu (26/10/2025). Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor perdana menteri, Anwar menekankan bahwa Malaysia tetap berkomitmen untuk mendukung rakyat Palestina.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Malaysia menegaskan kembali pendirian teguh dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, serta menyambut baik sikap konsisten PBB dan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menilai blokade rezim Israel terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza sebagai pelanggaran hukum internasional,” ujar Anwar.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Anwar dan Guterres juga membahas peran Malaysia sebagai ketua Asean dalam memfasilitasi dialog perdamaian antara Thailand dan Kamboja, serta mendorong dialog inklusif di Myanmar. Hal ini menunjukkan bahwa Malaysia tidak hanya fokus pada isu Palestina, tetapi juga berupaya menjaga stabilitas regional.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, juga telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi lebih jauh dalam proses perdamaian di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian jika diminta oleh pihak terkait.
“Saya ditanya oleh pihak-pihak yang merupakan mediator kunci, seperti Amerika Serikat, Turki, Qatar, Mesir, dan negara-negara yang langsung berurusan dengan Palestina. Mereka bertanya, bagaimana kesiapan Indonesia, kami katakan kami siap,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian bila dibutuhkan dalam proses penegakan dan pemeliharaan gencatan senjata di wilayah konflik.
“Kalau diminta pasukan penjaga perdamaian, pasukan peacekeeping, Indonesia siap. Itu sudah saya tegaskan,” tegasnya.
Sementara itu, gencatan senjata bertahap antara Hamas dan Israel, yang difasilitasi melalui mediasi regional dan internasional berdasarkan rencana 20 poin dari AS, mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu.
Sejak Oktober 2023, agresi militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 68.500 warga Palestina dan melukai lebih dari 170.300 orang, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya upaya perdamaian yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk negara-negara ASEAN dan organisasi internasional seperti PBB.
Peran negara-negara seperti Malaysia dan Indonesia dalam misi penjaga perdamaian menjadi bukti bahwa keterlibatan aktif dalam isu global dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas dunia. Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama lintas batas, harapan akan perdamaian di Gaza semakin dekat tercapai.