
Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 PPG 2025 Tahap 2
Modul 3 dalam program Pendidik Profesional (PPG) 2025 tahap 2 menghadirkan topik penting terkait Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai. Salah satu subtopik utama yang dibahas adalah Filsafat Pancasila serta pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai dasar pendidikan nasional. Dalam modul ini, peserta diuji untuk memahami konsep-konsep mendasar dalam pendidikan, termasuk bagaimana pendidikan harus disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman.
Mengapa Pendidikan Harus Disesuaikan dengan Kodrat Alam?
Pertanyaan pertama dalam latihan pemahaman modul ini adalah:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Apa yang dimaksud dengan menyesuaikan pendidikan sesuai kodrat alam?
Berikut pilihan jawabannya:
- A. Menyesuaikan materi pendidikan dan strategi belajar dengan lingkungan tempat siswa tumbuh dan berkembang termasuk lingkungan sosial budaya
- B. Menyesuaikan materi pendidikan dan strategi belajar dengan kemajuan teknologi terkini di dunia pendidikan
- C. Menyesuaikan materi pendidikan dan strategi belajar dengan isu-isu dan tantangan global yang dihadapi murid
- D. Menyesuaikan materi pendidikan dan strategi belajar dengan kodrat manusia secara lahir dan batin
- E. Menyesuaikan materi pendidikan dan strategi belajar dengan kebutuhan dan karakter peserta didik yang tumbuh secara alami
Jawaban yang benar adalah A.
Penjelasan Konsep Kodrat Alam dalam Pendidikan
Menyesuaikan pendidikan sesuai kodrat alam merupakan konsep yang dianut oleh Ki Hajar Dewantara. Konsep ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak boleh dipisahkan dari lingkungan di mana anak tumbuh dan berkembang. Lingkungan tersebut mencakup berbagai aspek, seperti:
- Lingkungan fisik: Termasuk iklim, geografi, dan kondisi alam sekitar.
- Lingkungan sosial budaya: Meliputi adat istiadat, bahasa, nilai-nilai, dan kebiasaan masyarakat setempat.
Tujuan dari pendekatan ini adalah agar pembelajaran menjadi relevan, mudah dipahami, dan mampu membentuk pribadi yang mampu hidup selaras dengan lingkungannya. Contohnya, anak di daerah pesisir dapat belajar dengan memanfaatkan sumber daya laut sebagai materi pembelajaran. Sementara itu, anak di pedesaan bisa belajar melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan pertanian dan kearifan lokal.
Perbedaan Kodrat Alam dan Kodrat Manusia
Perlu dicermati bahwa konsep "kodrat alam" berbeda dengan "kodrat manusia". Kodrat alam lebih fokus pada lingkungan dan kondisi sekitar, sedangkan kodrat manusia merujuk pada potensi fisik, mental, dan rohani yang dimiliki setiap individu. Dengan demikian, pendidikan yang baik harus mampu memadukan kedua aspek ini agar peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Pentingnya Pendekatan Kodrat Alam dalam Pendidikan
Pendekatan ini sangat penting dalam konteks pendidikan nasional karena membantu menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memperhatikan lingkungan sekitar, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan.
Dengan memahami konsep-konsep seperti ini, para pendidik dapat merancang kurikulum yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di berbagai latar belakang.