
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca buruk yang disebabkan oleh siklon tropis Bakung, serta bibit siklon tropis 93S dan 95S. Sebelumnya, BMKG juga telah mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91S dan Siklon Tropis Senyar pada November 2025, serta Siklon Tropis Seroja yang menyebabkan kerusakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2021 lalu. Fenomena atmosfer ini secara tidak langsung memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia, seperti longsor dan banjir bandang yang terjadi di Sumatra. Menariknya, siklon tropis merupakan fenomena cuaca ekstrem yang relatif jarang terjadi di Indonesia.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan siklon tropis, dan mengapa dampaknya bisa begitu besar? Berikut penjelasan lengkap tentang pengertian siklon tropis dan dampaknya di Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Apa Itu Siklon Tropis
Siklon tropis adalah badai dengan kekuatan yang cukup besar, dengan radius rata-rata mencapai 150 hingga 200 km. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), siklon tropis didefinisikan sebagai siklon yang berasal dari daerah tropis dengan tekanan udara yang sangat rendah, disertai angin kencang dan hujan, kadang-kadang disertai badai guntur.
Siklon tropis biasanya terbentuk di atas lautan luas dengan suhu permukaan air laut yang mencapai lebih dari 26 derajat Celsius. Ciri-ciri utamanya adalah adanya angin kencang yang berputar di dekat pusatnya dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam. Masa hidup rata-rata suatu siklon tropis berkisar antara 3 hingga 18 hari. Siklon akan melemah atau punah ketika memasuki wilayah perairan dingin atau daratan, karena energi mereka berasal dari laut hangat.
Beberapa istilah lain digunakan untuk menyebut siklon tropis, seperti badai tropis, typhoon, topan, siklon, cyclone, atau hurricane, tergantung pada wilayah terbentuknya.
Penyebab Siklon Tropis di Indonesia
Meski kawasan khatulistiwa bukan tempat ideal untuk kemunculan siklon tropis, beberapa faktor dapat memicu pembentukan siklon di Indonesia. Berikut penyebab utama:
-
Suhu Permukaan Laut 26,5 Derajat Celsius
Siklon tropis membutuhkan energi panas dari laut. Suhu permukaan laut harus mencapai minimal 26,5°C hingga kedalaman sekitar 60 meter agar mampu memasok uap air dan energi yang cukup untuk memperkuat badai. -
Atmosfer dalam Kondisi Tidak Stabil
Kondisi atmosfer yang labil memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus, yaitu awan hujan dengan pertumbuhan vertikal tinggi. Awan ini menjadi indikator aktivitas konvektif kuat dalam siklon tropis. -
Kelembapan Udara Tinggi di Lapisan Menengah Atmosfer
Kadar kelembapan yang tinggi di lapisan atmosfer paras menengah (sekitar 5 kilometer) mendukung pertumbuhan awan konvektif dan memperkuat sistem badai. -
Lokasi Pembentukan Berjarak dari Khatulistiwa
Siklon tropis biasanya terbentuk pada jarak minimal sekitar 500 kilometer dari garis khatulistiwa. Pembentukan di dekat ekuator jarang terjadi karena efek Coriolis yang lemah di wilayah tersebut. -
Adanya Gangguan Atmosfer di Permukaan Bumi
Bibit siklon tropis sering diawali oleh gangguan atmosfer berupa pusaran angin dan penumpukan massa udara di dekat permukaan bumi, yang kemudian berkembang menjadi sistem tekanan rendah. -
Perubahan Arah dan Kecepatan Angin Relatif Stabil
Perbedaan kecepatan dan arah angin terhadap ketinggian (wind shear) harus relatif kecil. Perubahan angin yang terlalu besar justru dapat merusak struktur badai dan menghambat pertumbuhan siklon tropis.
Dampak Siklon Tropis di Indonesia
Meski siklon tropis jarang terbentuk di Indonesia, dampaknya tetap signifikan. Dampaknya dibagi menjadi dua jenis: langsung dan tidak langsung.
-
Dampak Langsung Siklon Tropis
Dampak langsung meliputi gelombang tinggi, badai, storm surge, hujan deras, dan angin kencang di daerah yang dilaluinya. Contohnya, keberadaan siklon tropis Senyar di lepas pantai Sumatra memicu banjir bandang dan tanah longsor, sementara siklon tropis Bakung di lepas pantai Jawa Selatan memicu angin kencang dan gelombang tinggi. -
Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis
Dampak tidak langsung terjadi melalui perubahan pola cuaca, seperti terbentuknya daerah pumpunan angin dan belokan angin. Daerah pumpunan angin dapat mengakibatkan hujan lebat di Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, sedangkan daerah belokan angin dapat menyebabkan hujan lebat di Sumatra Selatan atau Jawa Barat.
Selain itu, keberadaan siklon tropis di sekitar perairan utara Sulawesi atau Laut Cina Selatan dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan di wilayah Sulawesi Utara atau Kalimantan karena menyerap udara lembab di sekitarnya.
Itulah informasi lengkap mengenai pengertian siklon tropis, ciri-ciri, penyebab, dan dampaknya bagi Indonesia.