Apa Kabar Kasus Kematian Arya Daru? Keluarga Datangi Bareskrim Tuntut Kejelasan

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Apa Kabar Kasus Kematian Arya Daru? Keluarga Datangi Bareskrim Tuntut Kejelasan
Apa Kabar Kasus Kematian Arya Daru? Keluarga Datangi Bareskrim Tuntut Kejelasan

Kasus Kematian Arya Daru Pangayunan Masih Tidak Terpecahkan

Keluarga almarhum Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat Kementerian Luar Negeri, kembali mengunjungi Bareskrim Polri pada Kamis (23/10/2025) untuk menuntut kejelasan terkait penyelidikan kasus kematian sang putra. Mereka menyatakan bahwa hingga saat ini, proses penyelidikan belum menemukan titik terang dan masih memunculkan banyak pertanyaan.

Virza Benzani Tanjung, kuasa hukum keluarga Arya, menjelaskan bahwa pihaknya meminta agar penyelidikan dilanjutkan karena tidak melihat adanya indikasi keterlibatan pihak lain dalam kematian tersebut. Menurutnya, kondisi jenazah yang ditemukan di kamar kos di Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025, menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan. Jenazah Arya ditemukan dengan kepala dibungkus plastik, dililit lakban kuning, dan tubuhnya tertutup selimut biru di atas kasur.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penyidik Polda Metro Jaya telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk gulungan lakban, kantong plastik, pakaian korban, serta obat sakit kepala dan obat lambung. Sidik jari Arya juga ditemukan pada lakban yang menutupi kepalanya. Hingga saat ini, 24 saksi telah dimintai keterangan, namun dua di antaranya belum memenuhi panggilan.

Kedatangan keluarga kali ini bertujuan untuk menagih janji-janji yang sebelumnya disampaikan oleh pihak berwajib. Virza menekankan pentingnya pengawasan langsung dari Bareskrim Polri agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih transparan dan objektif. Keluarga juga berharap agar tidak ada surat penghentian penyelidikan (SP3) yang diterbitkan hingga kasus ini benar-benar terungkap.

Upaya Keluarga dalam Mencari Keadilan

Sejak konferensi pers terakhir Polda Metro Jaya pada 29 Juli 2025, keluarga merasa tidak mendapat perkembangan signifikan. Mereka menilai bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik masih kurang jelas dan tidak memenuhi harapan. Virza menegaskan bahwa keluarga tetap yakin bahwa kematian Arya bukanlah bunuh diri, melainkan dugaan kuat adanya tindak pidana pembunuhan.

Pihak keluarga juga telah meminta bantuan dari berbagai lembaga, seperti Polisi Militer (POM), Kapolri Listyo Sigit, hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Selain itu, mereka melaporkan kasus ini ke Komisi XII DPR RI pada 30 September 2025. Dalam laporan tersebut, keluarga menilai penjelasan penyidik Polda Metro Jaya masih kurang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Selain itu, keluarga juga meminta polisi untuk memeriksa Vara dan Dion, yang sempat berbelanja bersama Arya di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, sehari sebelum kematian. Mereka juga meminta penyidik memeriksa sopir taksi yang mengantar Arya bersama kedua rekannya tersebut.

Istri Arya, Meta Ayu Puspitantri, merasa heran dengan penyitaan alat kontrasepsi dari kamar kos korban, meskipun barang tersebut adalah miliknya. Selain itu, keluarga juga melaporkan adanya tiga bentuk teror yang dialami setelah kematian Arya, antara lain surat kaleng berisi styrofoam berbentuk bunga kamboja, bintang, dan hati, makam yang dirusak, serta bunga mawar merah yang disusun membentuk garis.

Perjalanan Panjang Keluarga untuk Mencari Kebenaran

Kasus kematian Arya Daru Pangayunan mencerminkan betapa sulitnya mencari keadilan dalam sistem hukum yang kompleks. Keluarga almarhum terus berjuang tanpa menyerah pada kesimpulan yang dianggap tergesa-gesa. Di balik kematian sang diplomat muda, mereka menunjukkan keberanian dan ketekunan untuk mencari kebenaran.

Di sisi lain, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa transparansi penyelidikan adalah hak publik, bukan sekadar janji. Harapan masyarakat kini tertuju pada Bareskrim Polri untuk membuka tabir misteri ini. Semoga kematian Arya bukan hanya catatan dingin dalam laporan, tetapi pintu menuju keadilan yang sesungguhnya.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan