Apakah Patra Niaga Jadi Pusat Penggabungan 3 Anak Perusahaan Pertamina?

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 9x dilihat
Apakah Patra Niaga Jadi Pusat Penggabungan 3 Anak Perusahaan Pertamina?

Proses Penggabungan Tiga Anak Usaha Pertamina

PT Pertamina Patra Niaga adalah salah satu subholding PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang komersial dan perdagangan. Perusahaan ini menjalankan rantai kegiatan bisnis hilir Pertamina mulai dari penerimaan, penimbunan, hingga penyaluran produk BBM, LPG, pelumas, dan petrokimia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.

Saat ini, sedang berlangsung proses penggabungan tiga anak usaha atau subholding Pertamina, yaitu Patra Niaga, PT Pertamina International Shipping (PIS), dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Dikabarkan bahwa Pertamina Patra Niaga akan menjadi induk dari merger ketiga anak usaha tersebut. Berikut fakta terkini mengenai hal ini:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

BP BUMN Beri Sinyal Pertamina Patra Niaga Jadi Induk Setelah Dimerger

Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Aminuddin Ma’ruf, memberikan sinyal bahwa Pertamina Patra Niaga akan menjadi induk perusahaan setelah penggabungan selesai. Ia menyatakan bahwa penggabungan tiga anak usaha ini sedang dikaji, dan kemungkinan besar Pertamina Patra Niaga akan menjadi induknya.

"Kami sedang mengkaji penggabungan ini. Kayaknya begitu (Pertamina Patra Niaga jadi induk)," ujar Aminuddin saat berada di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Meskipun sinyal tersebut menunjukkan arah yang jelas, kepastian tentang status induk perusahaan masih perlu menunggu hingga proses merger selesai dan diumumkan secara resmi.

Target Efektif Mulai 1 Januari 2026

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menargetkan proses penggabungan selesai dan berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Hal ini merupakan target yang ingin dicapai dalam waktu dekat.

"Kami sih kejarnya mudah-mudahan per 1 Januari 2026 sudah terlaksana. Itu yang kami kejar," ujar Simon saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (11/11/2025).

Dengan target tersebut, pihak Pertamina berharap proses penggabungan dapat segera dijalankan dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh stakeholder.

Alasan Pertamina Merger Tiga Anak Usahanya

Simon menjelaskan alasan di balik keputusan mengubah struktur perusahaan melalui penggabungan. Menurutnya, restrukturisasi dilakukan demi menciptakan lebih banyak manfaat bagi perusahaan. "Jadi, salah satu upaya kami untuk tetap meningkatkan performa perusahaan salah satu di antaranya itu," ujar Simon.

Penggabungan tiga anak usaha merupakan bentuk upaya Pertamina dalam mengikuti perkembangan zaman. Simon mengakui bahwa keputusan pembentukan holding dan subholding sebelumnya merupakan langkah terbaik. "Jadi, itu kembali lagi kami melihat mengikuti perkembangan zaman ya. Tantangan pada saat itu tentunya berbeda ya. Saat itu ketika ada holdingisasi itu adalah langkah yang terbaik," tutur Simon.

Namun, berdasarkan kondisi saat ini, BUMN di sektor energi tersebut telah melakukan perbandingan berbagai skema penggabungan. "Kami sudah membandingkan antara penggabungan subholding PIS dengan Patra Niaga, Patra Niaga dengan Kilang, Kilang dengan PIS, inilah yang sejauh ini adalah keputusan terbaik penggabungan tiga subholding," ujar Simon.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan