APBD Menurun, JakPro Gunakan Skema B2B Tarik Investor Global

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
APBD Menurun, JakPro Gunakan Skema B2B Tarik Investor Global

Inovasi Jakpro dalam Menghadapi Keterbatasan Anggaran

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, menyampaikan bahwa penurunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta memaksa pihaknya untuk terus berinovasi agar tidak terlalu bergantung pada dana APBD.

“Kami sebagai badan usaha tentunya harus berpikir bagaimana inovasi atau improvisasi yang bisa kami lakukan agar tidak bergantung dengan APBD,” ujar Iwan dalam Balkoters Talk bertajuk 'Akselerasi Langkah Strategis Jakpro Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global' di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Membuka Komunikasi dengan Swasta dan Investor

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Jakpro adalah membuka komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan investor di luar negeri. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengembangan bisnis tetap berjalan meski ruang fiskal pemerintah daerah semakin terbatas.

“Akhirnya kami harus membuka komunikasi dengan pihak-pihak, baik itu swasta atau investor-investor yang berada di luar,” ujarnya.

Skema B2B untuk Investor Global

Menurut Iwan, Jakpro kini juga mulai menjalin komunikasi dengan investor global. Melalui skema kerja sama business to business (B2B), pihaknya berupaya menarik investasi langsung agar pembangunan fasilitas kota tetap bisa berjalan.

“Sampai kami Jakpro pun akhirnya harus membuka komunikasi dengan investor global, bagaimana mereka bisa kita tarik masuk ke Jakarta, kita melakukan satu skema kerja sama B2B, kemudian mereka bisa berinvestasi, sehingga benar-benar Jakpro menghadirkan satu fasilitas untuk kota Jakarta ini dengan skema B2B itu,” ujarnya.

Persiapan Sumber Daya Manusia yang Profesional

Ia menambahkan, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jakpro untuk menyiapkan strategi, kebijakan, dan sumber daya manusia agar bisa bermitra dengan investor secara profesional. Dengan begitu, kepercayaan investor terhadap Jakpro sebagai badan usaha milik daerah bisa semakin kuat.

“Jadi itu menjadi tantangan bagi kami Jakpro, kemudian bagaimana bisa mempersiapkan, kebijakannya atau strateginya dan juga sumber daya manusia yang ada di Jakpro, sehingga begitu nanti kami bermitra dengan para investor ini, mereka bisa lebih nyaman kemudian melihat kami sebagai badan usaha milik daerah ini benar-benar profesional,” tuturnya.

Tantangan dan Peluang Baru

Dalam situasi yang semakin dinamis, Jakpro terus berupaya untuk mencari solusi inovatif guna menjaga kinerja perusahaan. Dengan adanya keterbatasan anggaran, perusahaan harus mampu beradaptasi dan menciptakan peluang baru melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan investor global.

Selain itu, persiapan SDM yang profesional menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan mitra-mitra baru. Dengan demikian, Jakpro dapat tetap menjadi salah satu perusahaan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Jakarta.

Langkah-langkah yang diambil oleh Jakpro menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama dalam pengembangan infrastruktur dan fasilitas kota. Dengan strategi yang tepat dan kerja sama yang baik, Jakpro diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan