Apel Siaga Banjir di Kampar, Status Kebencanaan Jelang Tahun Baru

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Apel Siaga Banjir di Kampar, Status Kebencanaan Jelang Tahun Baru
Apel Siaga Banjir di Kampar, Status Kebencanaan Jelang Tahun Baru

Bupati Kampar Pimpin Apel Siaga Penanggulangan Bencana Banjir

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, memimpin apel siaga penanggulangan bencana banjir di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota pada Senin (20/10/2025). Saat apel berlangsung, hujan turun mengguyur area tersebut. Personil dan peralatan dari berbagai kesatuan digelar di lapangan upacara.

Personil yang hadir dalam apel tersebut antara lain dari Kepolisian, TNI, BPBD, DPKP, Dishub, Dinas Kesehatan, serta Satpol PP. Bupati bersama Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan S., melakukan pengecekan terhadap kesiapan peralatan setiap satuan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam amanatnya, Yuzar meminta agar kesiapsiagaan ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini (early warning system) dan persiapan sarana prasarana penanganan darurat. "Seperti perahu karet, dapur umum, logistik, dan posko siaga banjir di titik-titik rawan," ujarnya.

Status Kebencanaan di Kabupaten Kampar

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kampar, Edi Pribady, menyatakan bahwa hingga 20 Oktober 2025 belum ada penetapan status siaga bencana banjir. Ia menjelaskan alasan penundaan tersebut. Berdasarkan informasi dari BMKG, curah hujan masih berada pada kategori sedang di beberapa titik.

Selain itu, belum terjadi bencana banjir di minimal tiga lokasi berbeda. Kedua alasan tersebut menjadi kriteria untuk penetapan status siaga. "Curah hujan harus tinggi, dan harus ada tiga kejadian banjir di tempat berbeda. Bisa salah satunya (alasan status siaga)," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemantauan dan sosialisasi kebencanaan terus dilakukan. Imbauan kepada masyarakat tentang kewaspadaan telah dilakukan saat banjir terjadi pada Januari dan Februari 2025 lalu.

Rencana Pelatihan Relawan Bencana

Selain itu, pihaknya akan mengadakan pelatihan relawan bencana di dua desa yang rencananya akan dilaksanakan pada November 2025. Biaya pelatihan bersumber dari APBD Perubahan 2025. "Rencananya di Kecamatan Siak Hulu dan Kampar Kiri. Masing-masing satu desa. Tiap desa 30 orang," ujarnya.

Edi Pribady menyatakan bahwa relawan wajib berasal dari masyarakat setempat di desa. "Karena mereka yang paling tahu kondisi banjir di tempatnya," katanya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan