Apindo Jabar Dukung Aplikasi Nyari Gawe, Percepat Penyerapan Tenaga Kerja

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 17x dilihat
Apindo Jabar Dukung Aplikasi Nyari Gawe, Percepat Penyerapan Tenaga Kerja
Apindo Jabar Dukung Aplikasi Nyari Gawe, Percepat Penyerapan Tenaga Kerja

Inovasi Digital dalam Rekrutmen Ketenagakerjaan

Aplikasi Nyari Gawe, yang resmi diluncurkan pada 7 Oktober 2025, telah mencatat sebanyak 105.491 pelamar kerja dan 105 perusahaan terdaftar. Aplikasi ini merupakan sistem rekrutmen ketenagakerjaan berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI) yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tujuan utama dari pengembangan aplikasi ini adalah untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi pencari kerja dan mempercepat proses rekrutmen bagi perusahaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Melalui platform ini, para pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan pekerjaan secara langsung, sementara perusahaan bisa melakukan proses rekrutmen dengan cara yang lebih cepat, transparan, dan efisien. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hubungan antara dunia usaha dan tenaga kerja.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Ning Wahyu, menyambut baik inisiatif Gubernur Jabar dalam menghadirkan sistem rekrutmen yang transparan dan efisien. Ia menilai bahwa faktor penting dalam iklim investasi selain upah, infrastruktur, dan perizinan yang transparan adalah ketersediaan SDM berkualitas.

“Dengan adanya aplikasi ini, pengusaha akan lebih mudah mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Proses rekrutmen menjadi lebih transparan, cepat, dan efisien,” ujarnya.

Selain itu, Ning Wahyu juga menilai bahwa sistem digital seperti Nyari Gawe dapat membantu meminimalisir intervensi eksternal dan praktik tidak sehat dalam proses rekrutmen. “Sering kali ada intervensi dari pihak tertentu dalam proses rekrutmen. Dengan sistem digital ini, praktik seperti pungutan liar bisa dikurangi bahkan dihilangkan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa kehadiran Nyari Gawe merupakan solusi nyata bagi pencari kerja yang selama ini kesulitan mendapatkan akses lowongan pekerjaan yang valid. Selain itu, AI dalam aplikasi ini juga bisa memberikan evaluasi personal terkait kompetensi, seperti rekomendasi pelatihan yang perlu diikuti agar lebih siap kerja.

Ning juga mengajak seluruh pengusaha untuk berpartisipasi aktif dengan mendaftarkan perusahaannya dan memanfaatkan aplikasi ini secara optimal. “Jangan sampai aplikasi ini hanya ramai oleh pelamar, tapi tidak diimbangi dengan partisipasi perusahaan. Kita ingin sistem ini benar-benar menjadi jembatan nyata antara dunia usaha dan tenaga kerja,” katanya.

Lebih lanjut, Ning berharap aplikasi Nyari Gawe dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Jawa Barat. Pada Februari 2025, jumlah pengangguran di Jabar mencapai 1,81 juta orang atau 24,8 persen dari total pengangguran nasional, dengan mayoritas berasal dari lulusan SMK dan SMA.

Ia menilai data yang dikumpulkan melalui aplikasi ini juga dapat menjadi dasar perumusan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih akurat dan berbasis data. Dengan demikian, kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan