Apindo prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 capai 5,4 persen, ini syaratnya

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 21x dilihat
Apindo prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 capai 5,4 persen, ini syaratnya


aiotrade,
JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan atau 2026 akan berada dalam kisaran 5% hingga 5,4%, sesuai dengan target pemerintah. Proyeksi ini menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi yang akan datang, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menjelaskan bahwa kuartal I/2026 akan menjadi periode dengan momentum terkuat, didorong oleh faktor musiman seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Faktor-faktor ini diyakini memberikan dampak signifikan pada sektor perdagangan, logistik, akomodasi, pariwisata, dan industri konsumsi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, Apindo juga mengingatkan adanya potensi perlambatan pertumbuhan pada kuartal II dan III. Hal ini bisa terjadi karena meredanya pengaruh musiman serta kurangnya kebijakan pendukung. Selain itu, situasi global yang masih tidak pasti, termasuk ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, dan kemungkinan policy shocks seperti tarif resiprokal, dapat memengaruhi arus ekonomi.

“Dalam situasi seperti ini, penting untuk memperkuat daya saing industri dan mengantisipasi tekanan eksternal yang dapat memengaruhi perdagangan dan nilai tukar,” ujar Shinta dalam konferensi pers di Kantor DPN Apindo, Senin (8/12/2025).

Selain itu, Shinta menyoroti bahwa sejumlah sektor usaha masih tertinggal dari pertumbuhan nasional. Hal ini menegaskan kebutuhan strategi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Terkait bencana banjir di wilayah Sumatra, Shinta melihat bahwa dampaknya tidak akan signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan. Meski demikian, ia mengakui bahwa sektor UMKM yang terdampak paling berat di wilayah tersebut.

“Dampak konsumsi dari daerah yang bersangkutan mungkin tidak terlalu besar jika dilihat secara keseluruhan terhadap ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Syarat Tumbuh 5,4 Persen

Pada kesempatan yang sama, Pengurus Bidang Kebijakan Publik Apindo Ajib Hamdani menyampaikan enam prasyarat yang perlu dipenuhi agar pertumbuhan ekonomi 2026 dapat mencapai target 5,4%.

Berikut adalah beberapa prasyarat utama:

  • Penciptaan lapangan kerja berkualitas – Di samping menjadi janji Prabowo Subianto, saat ini investasi Rp1 triliun hanya mampu menyerap 1.200 tenaga kerja. Jauh lebih sedikit dibandingkan periode 10 tahun lalu, ketika investasi yang sama mampu menyerap hingga 4.000 tenaga kerja.

  • Bauran kebijakan fiskal–moneter harus dilakukan dengan menekankan stabilitas nasional yang dinamis, pemerataan manfaat pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Meskipun banyak kebijakan tahun depan dari Kementerian Keuangan yang patut diapresiasi, pemerintah perlu tetap hati-hati dalam mengambil langkah-langkah.

  • Perlu ada peningkatan efisiensi biaya usaha universal – Ini harus menjadi agenda struktural utama.

  • Peningkatan produktivitas dan kualitas SDM harus diakselerasi – Melalui penguatan link and match antara pendidikan dan kebutuhan industri.

  • Pemberdayaan sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok industri perlu dipercepat – Melalui model close-loop ecosystem.

  • Menjaga kontinuitas partisipasi aktif dunia usaha – Agar pelaku usaha dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang sesuai dengan orientasi pemerintah.

“Bagaimana kami mendorong namanya Indonesia Incorporated, bahwa pelaku usaha bukan sekedar pelaku, tetapi menjadi partner dan bagian tidak terpisahkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang sesuai dengan orientasi pemerintah,” tutupnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan