Aprilia Jadi Ancaman Serius Saat Ducati Tumbang, Kebangkitan Noale Berlanjut

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Aprilia Jadi Ancaman Serius Saat Ducati Tumbang, Kebangkitan Noale Berlanjut

Kemenangan Raul Fernandez di MotoGP Australia 2025 Menandai Ancaman Aprilia terhadap Ducati

Kemenangan Raul Fernandez dalam balapan MotoGP Australia 2025 semakin menunjukkan bahwa Aprilia kini menjadi ancaman nyata bagi Ducati sepanjang musim ini. Balapan ini menjadi bukti bahwa persaingan antara dua tim asal Italia, Aprilia dan Ducati, kembali memanas. Setelah tahun lalu menjadi pesaing sengit, tahun ini Aprilia tampil lebih mengesankan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kemenangan yang diraih oleh Raul Fernandez tidak hanya menjadi kemenangan ke-300 bagi Aprilia di ajang MotoGP, tetapi juga menjadi jawaban atas pertanyaan banyak pihak tentang kapan satelit Aprilia, yang dipimpin oleh Davide Brivio, akan mencicipi kemenangan. Brivio mengungkapkan bahwa saat ini Aprilia bisa dianggap sebagai pesaing sejati bagi Ducati.

"Sebenarnya, Marquez dan Ducati adalah kombinasi yang sangat kuat. Tapi saya pikir di paruh kedua musim, pertarungan antara Ducati dan Aprilia lebih seimbang," ujarnya.

Penguatan Aprilia terjadi bersamaan dengan melemahnya performa Ducati dalam beberapa seri terakhir. Tanpa menghitung dominasi Marc Marquez, Ducati mulai terlihat tertinggal dibandingkan Aprilia yang terus berkembang. Beberapa kali rekor lap pecah di tangan Marco Bezzecchi, yang terus menemukan dinamika yang pas di atas RS-GP.

Di MotoGP Australia kemarin, Bezzecchi bahkan menerima hukuman long lap penalty ganda, tetapi masih mampu finis di podium meskipun sempat melorot ke posisi tujuh. Sementara itu, jajaran Desmosedici GP Ducati mulai tergerus oleh persaingan dari pabrikan lain seperti KTM dan Honda.

Brivio menjelaskan bahwa kepercayaan diri pada diri sendiri dan motor telah meningkat. "Banyak hal kecil, tidak ada revolusi, tetapi pembaruan pada sasis, paket aero, elektronik, performa mesin, knalpot baru, peningkatan kecil di sana-sini," jelasnya.

Selain itu, kekuatan Aprilia juga terletak pada para pembalap mereka yang terus berusaha maju dan memanfaatkan segala peluang. Brivio mengapresiasi cara Raul Fernandez memimpin balapan tanpa titik acuan, mempertahankan kecepatan yang konsisten sambil memantau lawan-lawannya dari belakang.

"Saya suka itu," katanya.

Sementara itu, Ai Ogura, rekan setim Fernandez, ingin bergiliran menjadi lakon utama seperti yang dilakukan Fernandez. "Saya sangat bahagia untuk tim dan Aprilia. Pertama Bez, sekarang Raul, jadi saya harus menjadi yang berikutnya! Saya akan berusaha sebaik mungkin," ucap Ogura.

Kekuatan tersembunyi Aprilia kembali layak dinanti. Potensi RS-GP makin meroket dan mungkin akan terlihat pekan ini di MotoGP Malaysia 2025.

MotoGP Malaysia 2025 akan digelar di Sirkuit Sepang, pada 24-26 Oktober 2025.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan